News

China Janji 'Murnikan' Internet Jelang Olimpiade Musim Dingin dan Imlek

China berjanji akan menindak konten online 'ilegal' menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing dan liburan Tahun Baru Imlek.


China Janji 'Murnikan' Internet Jelang Olimpiade Musim Dingin dan Imlek
Gambar hanya untuk ilustrasi (Pixabay via The Diplomat)

AKURAT.CO Regulator utama keamanan siber China berjanji akan menindak konten online 'ilegal' menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing dan liburan Tahun Baru Imlek.

Administrasi Ruang Siber China (CAC) mengumumkan pernyataan itu pada Selasa (25/1), menyebut bahwa langkah tersebut adalah bagian dari 'kampanye pemurnian' internet. Dikatakan tindakan pembersihan internet akan dilakukan selama sebulan, dengan harapan untuk menciptakan 'lingkungan online yang sehat, bahagia, dan damai'. 

Didirikan oleh Presiden Xi Jinping pada tahun 2018, CAC mengemban misi untuk 'melindungi internet dan keamanan data China'. Badan sensor tersebut telah menjadi pengawas internet yang kuat di negeri Tirai Bambu. 

baca juga:

Dalam aturan barunya ini, CAC telah mengaitkan kampanyenya dengan awal Tahun Baru Imlek, sebuah festival besar di China yang biasa berlangsung dari 31 Januari hingga 6 Februari.

Namun, menurut CNN, waktu pengumuman juga bertepatan dengan awal Olimpiade Musim Dingin 2022, yang akan dimulai pada awal Februari mendatang. Pertandingan tersebut menandai acara olahraga internasional terbesar yang diselenggarakan oleh China sejak Xi mengambil alih kekuasaan pada tahun 2012. Pertandingan ini juga telah menjadi prioritas pemerintah lantaran ajang itu bisa jadi kesempatan Xi untuk menampilkan China yang kuat dan bersatu.

Menurut rencana CAC, homepage situs media utama, daftar pencarian topik yang sedang tren, jendela pop-up push, dan halaman konten berita penting, harus dikelola dengan hati-hati untuk menyajikan 'informasi positif'.

Badan pengawas dunia maya China itu juga meminta untuk 'memberantas' berbagai informasi cabul, vulgar, mengandung konten darah, kekerasan dan hal ilegal atau buruk lainnya. Ini semua, kata CAC, adalah demi 'menciptakan suasana online yang positif'.

Regulator internet itu juga mengatakan akan menekan rumor online, serta mencegah selebriti 'ilegal dan tidak bermoral' untuk kembali. 

China telah bertahun-tahun menghukum selebritas yang dianggapnya berperilaku buruk dengan menghapus kehadiran mereka dari internet. Tahun lalu, misalnya, karya aktris utama China Zheng Shuang telah dihapus dari penyiar dan situs video. Ini terjadi usai Zheng didenda USD46 juta (Rp660 miliar) karena penggelapan pajak.

Perilaku 'buruk' lainnya yang ditargetkan oleh CAC termasuk yang memamerkan kekayaan atau menyembah uang, yang menampilkan makan berlebihan atau minum, dan yang menganjurkan atau mempraktikkan ramalan di internet.

Kampanye CAC tidak sepenuhnya mengejutkan. Ini terutama karena Beijing tahun lalu memulai hal yang sama, memberlakukan peraturan untuk memperketat kontrol internet dan membersihkan apa yang dilihatnya sebagai masalah di ruang online dan sektor hiburan.

Juni lalu, badan keamanan siber itu meluncurkan kampanye online untuk menargetkan budaya penggemar selebriti yang menurut Beijing 'kacau'. Perluasan tindakan keras itu kemudian menyebar ke industri hiburan, dengan pihak berwenang berjanji untuk menghapus konten 'tidak sehat' dari program, melarang selebritas dengan 'politik yang salah' atau yang 'bergaya banci'. Sebagai gantinya, otoritas China berkomitmen untuk lebih menumbuhkan 'suasana patriotik'.[]