News

China Gelar Penyelidikan Terkait 'Nth Room' Versi Lokal


China Gelar Penyelidikan Terkait 'Nth Room' Versi Lokal
Pelaku kasus Nth Room Cho Joo Bin (YONHAP News/ KIM Hong Ji)

AKURAT.CO, Belum lama ini publik dihebohkan dengan terkuaknya skandal Nth Room di Korea Selatan. Nth Room sendiri adalah grup obrolan di aplikasi perpesanan Telegram di mana dibagikan konten-konten porno. Untuk dapat menikmati konten-konten porno di grup tersebut, para peserta grup tersebut harus membayar sejumlah uang.

Para wanita yang dijadikan sebagai objek disebut berasal dari berbagai kalangan dan usia, termasuk anak di bawah umur. Mereka juga melakukan aksi-aksi porno di bawah ancaman, bahkan kekerasan fisik.

Belum lama ini otoritas China menggelar investigasi terkait keberadaan grup serupa di China yang menampilkan konten pornografi anak di bawah umur. Usai pengumuman yang dibuat oleh otoritas China terkait dimulainya penyelidikan, semua situs web tersebut berbasis di negara asing dan tidak lagi dapat diakses.

"Kami melacak tip yang mencerminkan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, dan jika ada situs web atau personel di China, akan ada hukuman sesuai dengan hukum. Kami menyambut tips dari media dan publik untuk menciptakan dunia maya yang bersih," kata pengumuman tersebut, dilansir dari laman SCMP, Selasa (31/3).

Cara kerja situs web porno anak di China serupa dengan Nth Room di mana pengguna harus membayar sejumlah uang untuk menikmati konten-konten yang diposting.

Situs web itu penuh dengan foto telanjang anak-anak, dengan judul seperti "gadis empat tahun", "gadis muda yang cantik", dan "siswa sekolah menengah". Setelah pengguna mengklik foto tersebut, sebuah pemberitahuan muncul meminta mereka untuk mendaftar dan membayar sebelum mereka dapat mengunduh konten.

Uang yang dibayarkan berkisar dari 30 yuan (Rp69 ribu) sampai 3.000 yuan (Rp6,9 juta).

Pekerja IT yang berbasis di Beijing, Wang Yaodong mengatakan bahwa situs web semacam itu sering kali berbasis di luar negeri untuk menghindari pengawasan oleh badan cyberspace China dan biro keamanan publik. Operator situs web harus mendaftar ke otoritas untuk mendaftarkan domain dan menyewa server di China.

Terkuaknya Nth Room versi China memicu kemarahan publik. Shaoxi, seorang bloger feminis di Beijing, mengatakan ada banyak situs web serupa di internet. Situs-situs tersebut tak jarang kembali beroperasi usai ditutup pemerintah.

"Situs web ini selalu memiliki server mereka di luar negeri, jadi jika salah satu dimatikan, mereka dapat dengan cepat berubah ke yang lain," katanya.

"Setiap kali mereka menutup situs web, mereka hanya menangkap operator online, tetapi orang-orang yang telah memaksa gadis-gadis itu untuk tampil di video tidak tertangkap, mereka juga tidak menangkap para penonton video, dan mereka dapat berkumpul kembali kapan saja,"

"Ini adalah alasan mengapa banyak orang di Korea Selatan menandatangani petisi untuk menghukum para pengguna Nth Room juga," lanjutnya.[]