Ekonomi

China dan AS Gelar Konferensi Virtual, Bahas Tarif Impor Hingga Perang Rusia-Ukraina

Departemen Keuangan AS: Kedua belah pihak sepakat untuk terus menjaga dialog dan komunikasi


China dan AS Gelar Konferensi Virtual, Bahas Tarif Impor Hingga Perang Rusia-Ukraina
Menteri Keuangan AS Janet Yellen (bbc.co.uk)

AKURAT.CO China dan Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk melakukan koordinasi mengenai kebijakan makro antara kedua negara setelah kedua negara saling serang tarif ditengah ketidakpastian global.

Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Perdagangan China, yang mengatakan bahwa kedua negara telah melakukan dialog virtual pada Selasa (5/7/2022).

Wakil Perdana Menteri China Liu He melakukan dialog virtual dengan Menteri Keuangan AS Janet Yellen, yang menghasilkan kedua negara akan melakukan koordinasi lanjutan mengenai pengenaan tarif atas barang-barang produk China. 

baca juga:

Menurut Kementerian China, undangan untuk panggilan konferensi video tersebut datang langsung dari Menteri Keuangan AS.

Ketika kedua perwakilan negara melakukan konferensi virtual, Kementerian Perdagangan China memberikan pandangannya. China mengungkapkan bahwa mereka sangat menyayangkan dengan apa yang dilakukan oleh AS.

"Pihak China menyatakan keprihatinannya atas masalah-masalah seperti pencabutan tarif tambahan dan sanksi yang dikenakan oleh Amerika Serikat terhadap China, dan perlakuan adil terhadap perusahaan-perusahaan China," kata Kementerian Perdagangan China dalam keterangan resmi yang diterima oleh Reuters.

Sementara itu, membalas pernyataan dari Kemendag China, Departemen Keuangan AS mengatakan bila Menteri Keuangan AS Yellen juga menimpali bahwa hal-hal yang dilewati oleh kedua negara merupakan dampak dari perang Rusia-Ukraina yang menjadikan ekonomi global menjadi suram dan tidak terlihat 'baik-baik' saja.

Walaupun China sendiri tidak menyinggung soal perang, namun perwakilan kedua negara tersebut sepakat bahawa ekonomi saat ini sedang berada dalam tantangan yang suram.

"Kedua belah pihak sepakat untuk terus menjaga dialog dan komunikasi," jelas Departemen Keuangan AS dalam keterangannya.

Sumber: Reuters