Olahraga

China Ancam Hukum Pelaku Protes di Olimpiade Musim Dingin

Human Rights Watch menyebut keselamatan atlet tidak terjamin jika menyuarakan masalah Uighur di Olimpiade Musim Dingin 2022.


China Ancam Hukum Pelaku Protes di Olimpiade Musim Dingin
China diduga membiarkan sepuluh ribu atletnya menggunakan doping pada periode 1980-an dan 1990-an ( THE INDEPENDENT)

AKURAT.CO, Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Bejing 2022 mempertegas posisi mereka dengan mengatakan bahwa atlet yang melawan semangat olimpiade dan hukum di China akan mendapatkan hukuman tertentu. Pernyataan ini disampaikan penyelenggara sehubungan dugaan pelanggaran hak asasi manusia etnis Uighur.

“Ekspresi apapun yang sejalan dengan semangat olimpiade saya pastikan akan dilindungi,” kata Deputi Direktur Hubungan Internasional Komite Penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Beijing, Yang Shu, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Perilaku atau pernyataan yang melawan semangat olimpiade, terutama melawan regulasi dan hukum China, juga tunduk pada sanksi tertentu.”

baca juga:

Pernyataan ini juga disampaikan sebagai respons atas peringatan yang disampaikan kelompok advokasi hak asasi manusia terhadap keselamatan atlet dan partisipan di Olimpiade Musim Dingin. Human Rights Watch, misalnya, menyebut keselamatan atlet tidak terjamin jika menyuarakan masalah Uighur.

China sendiri berada dalam sorotan internasional di mana sejumlah olahragawan menggunakan posisi mereka untuk membicarakan persoalan hak asasi manusia di negara tersebut. Yang paling pokok tentu saja dugaan pembunuhan massal (genosida) etnis muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.

Kasus terbaru yang menjadi contoh peringatan adalah hilangnya petenis terkemuka China, Peng Shuai. Mantan petenis ganda putri ranking satu dunia tersebut sempat hilang pada November lalu setelah memuat pelecehan seksual yang dilakukan mantan Wakil Presiden China, Zhang Gaoli, terhadapnya.

Pada kasus Peng Shuai, Asosiasi Tenis Putri Internasional (WTA), bahkan menghentikan seluruh agenda turnamen di negara tersebut. Dukungan juga datang dari nama-nama besar tenis seperti Novak Djokovic dan Roger Federer dengan tagar #whereispengshuai.

Beberapa negara barat seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris menyatakan tidak akan mengirimkan utusan diplomatik ke Olimpiade Musim Dingin. Namun, Rusia melalui Presiden Vladimir Putin mengambil sikap berbeda dengan menyatakan akan mengirim utusan.

Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan dihelant di Beijing, China, pada 4-20 Februari 2022. Pesta olahraga musim dingin terbesar di dunia ini akan dibuka oleh Presiden Xi Jinping di Stadion Nasional Beijing dengan memperebutkan 109 medali emas dari tujuh cabang olahraga.[]