Lifestyle

Chemistry Dalam Hubungan, Pentingkah?

Chemistry Dalam Hubungan, Pentingkah?
Chemistry manis Kim Hye-jin dan Rowoon SF9 di drama Extraordinary You (Instagram/mbcdrama_now)

AKURAT.CO Hubungan diantara pria dan wanita kerap dihubungkan dengan chemistry. Tak jarang ada pasangan yang berpisah karena merasa sudah dianggap sudah tidak memiliki chemistry lagi.

Namun, tahukah kamu apa sebenarnya chemistry itu?

Melansir dari Blodsky, chemistry sebenarnya petunjuk bahwa kamu tertarik dengan seseorang. Saat kamu tertarik, kamu ingin dekat dengannya dan tanpa sadar kamu akan mencocokkan diri dengan orang tersebut. Inilah yang awalnya kerap disebut orang sebagai chemistry. 

baca juga:

Namun, chemistry sebenarnya terbentuk akibat adanya senyawa kimia dalam otak yang menciptakan semacam ketertarikan di bawah sadar. Oleh sebab itu, tak mungkin bila kamu menyembunyikan ketertarikan dengan seseorang. 

Akar chemistry bisa bersifat emosional, psikologis atau bahkan fisik. Sehingga sulit untuk membuat ketegorinya. Jika  merasa baik dan nyaman, hati  penuh dengan emosi positif dan sukacita ketika orang itu berada di sekitarmu, artinya chemistry bisa memiliki alasan emosional di balik itu. Jika tekanan darah  meningkat ketika melihat orang itu, maka alasan fisik bisa menjadi penyebab chemistry. Setelah itu, jika kamu menjadi obsesif kepada orang tersebut,  maka bisa menjadi alasan psikologis. 

Namun, ada pula yang mengatakan jika chemistry tidak ada hubungan dengan penampilan atau apapun, melainkan tumbuh secara natural. 

Menurut beberapa ahli, chemistry didasari oleh bagaimana kita mendapat pandangan atau pemahaman pertama tentang cinta, yang bagi banyak orang, bisa dilihat dari ada atau tidaknya hubungan yang solid antara kedua orangtua mereka.  Tanpa sadar kita mencari pasangan yang menciptakan hubungan yang mirip dengan hubungan orang tua atau malah sebaliknya. 

Selain itu, banyak pula yang mangatakan bila chemistry adalah kunci hubungan yang langgeng. Namun, chemistry yang bagus tak selalu berarti hubungan yang sukses. Butuh adanya "spark" untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni saling mengenal lebih dekat.

Ingatlah, komunikasi dan saling mengenal lebih  perlu  dari sekadar chemistry belaka. Oleh sebab itu, jangan berpegangan pada chemistry untuk menjalin hubungan.[]

Irma Fauzia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu