Tech

Charge.IN Mudahkan Pengguna Kendaraan Listrik Mencari Lokasi SPKLU

Platform terintegrasi dengan PLN Mobile


Charge.IN Mudahkan Pengguna Kendaraan Listrik Mencari Lokasi SPKLU
Pengisian daya baterai pada mobil listrik. (pixabay.com/stux)

AKURAT.CO Saat ini PLN sudah mengembangkan platform Charge.IN yang dapat digunakan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna kendaraan listrik dalam memonitor lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang aktif. Platform tersebut terintegrasi dengan PLN Mobile dan dapat digunakan untuk melihat transaksi yang dilakukan dan jumlah energi yang telah di konsumsi oleh kendaraan listrik. 

Platform Charge.In disebut-sebut siap menjadi platform aggregator untuk ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, aggregator juga bisa difungsikan sebagai salah satu alat untuk mempertangungjawabkan insentif yang diberikan oleh pemerintah. 

"Untuk itu, aggregator harus kita buat terstandarisasi yang mengerucut menjadi satu dan dipegang oleh negara," ujar Bob Saril di acara Talkshow Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021, dilansir melalui laman resmi PLN. 

Bob Saril juga menyebutkan bahwa standardisasi menjadi langkah penting untuk dapat mengakselerasi konversi mobil konvensional ke mobil listrik. Contohnya standardisasi pada baterai dan alat pengisian daya (charger). Standardisasi ini menjadi langkah penting karena bisa menjadi acuan bagi produsen dalam negeri.

Lanjut Bob, idealnya platform aggregator juga harus mampu memberikan efektivitas dan efisiensi secara total terhadap akselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik. 

"Program konversi energi ini tidak dapat segera terealisasi tanpa adanya dukungan pemerintah yang memerlukan akuntabilitas sebagai bukti pertanggungjawabannya, sehingga platform aggregator juga dapat menjadi alat kontrol bagi palaksanaan kebijakan pemerintah," ujar Bob Saril.  

Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam sambutannya saat membuka IEMS 2021 menyampaikan, Presiden Joko Widodo telah memberi mandat mengenai percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Menurut dia, Presiden RI ingin agar transisi dari penggunaan energi fosil dalam hal ini bahan bakar segera dilakukan menuju energi terbarukan.

"Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan harus segera dilakukan dan tidak bisa ditunda. Oleh sebab itu, harus ada perencanaan terukur dan alur waktu jelas. Para pelaku usaha sektor ini juga harus bergerak cepat agar ekosistem kendaraan listrik bisa segera terwujud," kata Moeldoko.

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengaku akan mengeluarkan aturan pelarangan penggunaan kendaraan berbasis ICE (Internal Combustion Engine) di 45 lokasi kebun raya di bawah naungan BRIN. Adanya kebijakan tersebut diharapkan dapat memunculkan captive market tersendiri untuk kendaraan listrik.

"Orang lebih familiar dan pelaku bisnis terkait mobil listrik dapat tumbuh dan berkembang secara riil dalam jangka pendek," ujar Tri Handoko.