Ekonomi

Chang Su Choi Didaulat Jadi Direktur Utama KB Bukopin 

Pergantian tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2020 di Jakarta, Kamis (17/6/2021).


Chang Su Choi Didaulat Jadi Direktur Utama KB Bukopin 
Gedung kantor pusat KB Bukopin, Jakarta. (DOK/Istimewa)

AKURAT.CO, PT Bank KB Bukopin Tbk mengangkat  Chang Su Choi sebagai Direktur Utama KB Bukopin menggantikan Rivan Achmad Purwantono.

Pergantian tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2020 di Jakarta, Kamis (17/6/2021). 

Mengutip siaran pers KB Bukopin, rapat dihadiri oleh para pemegang saham dan/atau kuasanya dan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan guna menanggulangi penyebaran Covid-19. 

Sesuai pengumuman yang telah ditayangkan sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, tahun buku 2020 ini mengusulkan 7 (tujuh) agenda untuk dimintakan persetujuan pemegang saham dan dipimpin oleh Sapto AmalDamandari selaku Wakil Komisaris Utama Independen.

Agenda pertama, Perseroan meminta persetujuan atas laporan tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

Perseroan juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengawasan dan pengurusan yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada 31 Desember2020.

Selanjutnya, agenda kedua disampaikan oleh Hari Wurianto selaku Direktur Kepatuhan yang mengusulkan kepada pemegang saham pendelegasian penunjukan Kantor Akuntan Publik oleh Komite Audit Perseroan. 

Sedangkan agenda ketiga mengusulkanuntuk menetapkan paket Remunerasi bagi Anggota Direksi dan Dewan KomisarisPerseroan dengan mempertimbangkan kinerja dan kondisi keuangan Perseroan serta rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi.

Selain itu, perseroan juga melaporkan kepada para pemegang saham atas realisasi penggunaan dana hasil dari Penawaran Umum Terbatas V di agenda keempat, dilanjutkan dengan usulan perubahan Anggaran Dasar Perseroan pada agenda kelima, termasuk di dalamnya terdapat usulan adanya jabatan Wakil Direktur Utama pada struktur Perseroan.

Rapat dilanjutkan dengan agenda keenam yang mengusulkan untuk penetapanperubahan susunan pengurus perseroan. Berdasarkan hasil keputusan RUPST 2020 PT Bank KB Bukopin, Tbk., Komposisi manajemen untuk periode tahun buku 2021-2023 menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

1. Komisaris Utama Independen: Bo Youl Oh

2. Wakil Komisaris Utama Independen: Sapto Amal Damandari

3. Komisaris: Susiwijono

4. Komisaris: Nam Hoon Cho**

5. Komisaris: Nanang Supriyatno*

6. Komisaris Independen: Hae Wang Lee**

7. Komisaris Independen: Tippy Joesoef*

8. Komisaris Independen: Stephen Liestyo*

*) efektif sejak ditetapkan oleh Perseroan setelah diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.

**) efektif sejak ditetapkan oleh Perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK No.27/POJK.03/2016,No.37/POJK.03/2017 dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Direksi

1. Direktur Utama: Chang Su Choi**

2. Wakil Direktur Utama: Roby Mondong*

3. Direktur: Hari Wurianto

4. Direktur: Helmi Fakhrudin

5. Direktur: Dodi Widjajanto*

6. Direktur: Ji Kyu Jang**

7. Direktur: Shin Seng Hyup**

8. Direktur: Yohanes Suhardi*

9. Direktur: Iwan Dharmawan*

*) efektif sejak ditetapkan oleh Perseroan setelah diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.

**) efektif sejak ditetapkan oleh Perseroan setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK No.27/POJK.03/2016,No.37/POJK.03/2017 dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku.

Pada agenda terakhir, perseroan mengusulkan kepada para pemegang saham untuk dapat melaksanakan aksi korporasi dalam rangka memperkuat struktul modal. Sama seperti aksi korporasi yang pernah dilakukan, Perseroan akan kembali melaksanakan Penawaran Umum Terbatas untuk memperoleh tambahan dana guna perkuat modal dan dapat tumbuh berkelanjutan ke depannya. []