News

Chad Berduka, Presidennya Tewas dalam Bentrokan Melawan Pemberontak

Idriss Deby berkuasa lebih dari 3 dekade dan merupakan salah satu pemimpin terlama di Afrika.


Chad Berduka, Presidennya Tewas dalam Bentrokan Melawan Pemberontak
Presiden Chad Idriss Deby

AKURAT.CO, Presiden Chad Idriss Deby wafat akibat luka parah setelah bentrok dengan pemberontak di bagian utara negara tersebut pada akhir pekan. Pernyataan ini diumumkan sehari setelah hasil sementara Pemilu memprediksikannya memenangkan masa jabatan ke-6.

Dilansir dari BBC, pemerintah dan parlemen Chad lantas dibubarkan. Jam malam juga diberlakukan dan perbatasan telah ditutup.

Deby berkuasa lebih dari 3 dekade dan merupakan salah satu pemimpin terlama di Afrika. Pria 68 tahun ini berkuasa pada tahun 1990 melalui pemberontakan bersenjata. Ia merupakan sekutu lama Prancis dan kekuatan Barat lainnya dalam pertempuran melawan kelompok-kelompok jihadis di wilayah Sahel Afrika.

"Deby mengembuskan napas terakhirnya untuk membela negara yang berdaulat di medan perang," ungkap seorang jenderal militer melalui TV pemerintah pada Selasa (20/4).

Orang nomor satu di Chad itu pergi ke garis depan, beberapa ratus kilometer di utara ibu kota N'Djamena, pada akhir pekan untuk mengunjungi pasukan yang memerangi pemberontak yang tergabung dalam kelompok bernama Front untuk Perubahan dan Kesatuan di Chad (FACT).

Pemakaman kenegaraan akan berlangsung pada Jumat (23/4). Sementara itu, pemerintahan selama 18 bulan ke depan akan diambil alih oleh dewan militer. Putra Deby, Mahamat Idriss Deby Itno, akan memimpin dewan tersebut. Namun, Pemilu yang bebas dan demokratis akan diadakan setelah masa transisi selesai.

Jenderal bintang 4 berusia 37 tahun itu lantas merilis pernyataan bahwa 14 jenderal lainnya akan membentuk badan pemerintahan yang baru.

Menurut para ahli, langkah ini tidak konstitusional. Yang seharusnya mengambil alih adalah ketua parlemen ketika seorang presiden meninggal sebelum Pemilu terselenggara.

Menjelang Pemilu pada 11 April, Deby berkampanye dengan menjanjikan perdamaian dan keamanan di negara tersebut. Hasil sementara menunjukkan ia meraup 80 persen suara. Namun, ada ketidakbahagiaan yang tumbuh atas pengelolaan sumber daya minyak Chad oleh pemerintahannya.

Kepresidenan Prancis menyebut Deby sebagai 'rekan pemberani' dan menegaskan komitmennya pada stabilitas Chad. Selama bertahun-tahun, Prancis telah mengerahkan pasukan dan jet tempur untuk memukul mundur lawan-lawan Deby.

Pasukan Chad dinilai yang paling efektif dari negara-negara 'G5' yang didukung Barat dalam memerangi militan Islam di wilayah Sahel. Selain itu, Chad seringkali terbukti menjadi negara yang lebih stabil di wilayah yang mencakup Libya, Sudan, dan Republik Afrika Tengah. Di wilayah tersebut, kelompok-kelompok bersenjata berkeliaran dengan bebas dan berdagang senjata serta sumber daya menguntungkan yang memicu konflik.

Sementara itu, kelompok pemberontah FACT didirikan pada 2016 oleh mantan perwira militer yang kecewa. Mereka membangun markas di pegunungan Tibesti, Libya. Kelompok itu menuduh Deby melakukan penindasan menjelang Pemilu. Pada hari Pemilu, mereka melancarkan serangan di pos perbatasan dan perlahan-lahan maju ke N'Djamena.

Bentrokan terbaru meletus pada Sabtu (17/4). Menurut seorang jenderal militer, 300 pemberontak tewas dan 150 lainnya ditangkap. Di sisi lain, 5 tentara pemerintah tewas dan 36 luka-luka. Namun, angka ini belum bisa diverifikasi.

Menurut mantan jurnalis BBC di N'Djamena, Mahamat Adamou, berita kematian Deby sangat mengejutkan karena situasi di sana tampak relatif tenang.

"Kotanya tenang, sehingga masyarakat terkejut mendengarnya. Banyak yang tidak tahu bahwa Deby terluka atau bahkan ia maju ke garis depan. Di pusat kota, ada kendaraan lapis baja disiagakan di persimpangan jalan utama. Tentu saja, ini menimbulkan pertanyaan 'Apa yang akan terjadi?'. Namun tidak lebih dari itu," lapornya.

N'Djamena telah diserang pemberontak sebelumnya dan ada kepanikan di kota pada Senin (19/4). Orang tua langsung menjemput anak-anak mereka dari sekolah saat tank dikerahkan di sepanjang jalan utama. []

 

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu