Ekonomi

Cetak Kredit Tertinggi, Bank Mandiri Pede Kredit Perbankan Tumbuh 7,5% di 2022

Kredit perbankan pada Februari 2022 tumbuh 6,3% (yoy), dengan nilai Rp5.762,4 triliun. Pertumbuhan kredit ini merupakan yang tertinggi sejak April 2020.


Cetak Kredit Tertinggi, Bank Mandiri Pede Kredit Perbankan Tumbuh 7,5% di 2022
Kantor pusat Bank Mandiri di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/7/2018). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kredit perbankan nasional pada Februari 2022 mencetak pertumbuhan tertinggi dalam 23 bulan terakhir. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) terbaru, kredit perbankan pada Februari 2022 tumbuh sebesar 6,3% year-over-year (yoy), dengan nilai total kredit sebesar Rp5.762,4 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2020. Secara month-over-month (mom), kredit pada Februari 2022 meningkat sebesar 0,9%, membaik dibandingkan Januari 2022 yang terkontraksi sebesar -1,0% mom.

Berdasarkan keterangan pers Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit pada Maret 2022 masih tumbuh lebih tinggi lagi sebesar 6,7% yoy, namun belum terdapat uraian detail terkait kinerja kredit bulan Maret 2022 tersebut.

Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan, kredit kembali tumbuh positif sejak Juni 2021 dan terus terakselerasi setelah mengalami kontraksi berturut-turut sejak Oktober 2020.

baca juga:

Menurutnya, tren peningkatan pertumbuhan kredit perbankan masih akan berlanjut pada tahun 2022 seiring pemulihan ekonomi. Penurunan kasus COVID-19 yang signifikan dan tetap terkendali pasca libur Lebaran, disertai akselerasi program vaksinasi nasional akan memperkuat keyakinan konsumen dan meningkatkan mobilitas masyarakat untuk menggerakkan perekonomian lebih cepat.

"Aktivitas ekonomi yang meningkat akan mendorong permintaan kredit lebih tinggi ke depan, terutama untuk ekspansi bisnis dan memenuhi biaya operasional perusahaan yang kembali berjalan normal. Kami memperkirakan kredit perbankan tahun ini akan tumbuh sebesar 7,5%," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/5/2022).

Dia membeberkan, pada Februari 2022, pertumbuhan kredit lapangan usaha dan kredit konsumsi meningkat. Secara total, kredit lapangan usaha tumbuh lebih tinggi pada Februari 2022 yaitu sebesar 6,8% yoy, dibandingkan Januari 2022 yang tumbuh 6,1% yoy.

"Penyaluran kredit ke sektor-sektor utama lapangan usaha tumbuh meningkat, yaitu sektor perdagangan besar dan eceran (5,9% yoy Februari 2022 vs. 4,2% yoy Januari 2022); industri pengolahan (9,2% yoy Februari 2022 vs. 9,0% yoy Januari 2022); pertanian, perburuan dan kehutanan (8,6% yoy Februari 2022 vs. 8,1% yoy Januari 2022); dan konstruksi (1,3% yoy Februari 2022 vs. 0,7% yoy Januari 2022)," jelasnya.

Sementara itu, pertumbuhan kredit sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi melambat dari 11,1% yoy pada Januari 2022 menjadi 8,8% yoy pada Februari 2022.

Sebagai tambahan, pertumbuhan kredit sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan meneruskan tren pertumbuhan positif sejak Desember 2021 dan terakselerasi hingga 3,4% yoy pada Februari 2022 (vs. 2,6% yoy Januari 2022). Sebaliknya, pertumbuhan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial terkontraksi lebih dalam (-2,3% yoy Februari 2022 vs. -1,1% yoy Januari 2022) setelah sempat tumbuh positif pada Desember 2021 (0,9% yoy).

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi