News

Cerita Warga China Berjibaku Bantu Korban Banjir, Gratiskan Kamar Hotel hingga Bioskop untuk Pengungsi

Hingga kini, bencana banjir setidaknya telah menelan korban tewas hinggga 33 orang


Cerita Warga China Berjibaku Bantu Korban Banjir, Gratiskan Kamar Hotel hingga Bioskop untuk Pengungsi
Dalam foto ini, warga mengarungi banjir yang menggenangi jalana usai hujan lebat di Zhengzhou di provinsi Henan, China tengah (AFP )

AKURAT.CO, Banjir yang menerjang Provinsi Henan, China telah meninggalkan kerusakan yang begitu luar biasa, khususnya bagi warga kota Zhengzhou yang terkena dampak parah. Hingga kini, bencana banjir setidaknya telah menelan korban tewas hinggga 33 orang. Di antaranya termasuk 12 orang yang terjebak di sebuah kereta bawah tanah yang terendam air. Sementara delapan orang lainnya dinyatakan masih hilang. 

Banjir ini juga pada akhirnya memicu pengungsian besar-besaran di mana warga Zhengzhou yang harus dievakuasi mencapai sekitar 100 ribu orang. Kondisi ini makin diperparah dengan pemadaman listrik skala besar hingga pasokan air minum yang terputus.

Bikin Trenyuh, Warga China Saling Berjibaku Bantu Korban Banjir, Gratiskan Kamar Hotel hingga Bioskop untuk Pengungsi - Foto 1
 AFP 

Dengan situasi yang memprihatinkan itu, warga Zhengzhou pun saling berjibaku membantu para korban. 

Seperti diwartakan SCMP, para pemilik bisnis dan penduduk di kota Zhengzhou bergotong royong memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak.

Seorang pria yang mengelola 50 homestay di kota misalnya, rela menggratiskan semua kamar dan area publiknya untuk para korban banjir. Ia pun mengaku menyediakan penginapan gratis bagi yang membutuhkan sejak Selasa (20/7) malam, ketika hujan deras mengguyur kota, membanjiri jalan-jalan dan terowongan kereta api.

"Sudah saatnya saya melangkah maju untuk membantu ketika begitu banyak orang dalam kesulitan," kara pemilik Kutequ City Guesthouse yang hanya mau diidentifikasi dengan marga Wu.

Wu kemudian bercerita bagaimana saat menawarkan ratusan kamarnya, banyak warga yang langsung menelepon. Bahkan, telepon itu dikatakan terus berdering setiap dua detiknya. 

Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah warga yang  berlindung di homestay milik Wu. Namun, menurut Wu, beberapa warga ada yang sudah pulang karena listrik dan pasokan air di daerahnya telah pulih. 

"Sejauh ini, banyak tamu yang sudah pergi karena listrik dan pasokan air telah pulih di beberapa tempat," kata Wu pada Kamis (22/7).