News

Cerita Terbakarnya Mobil Pengangkut Surat Suara Pemilu 2019 di Malaysia

Cerita Terbakarnya Mobil Pengangkut Surat Suara Pemilu 2019 di Malaysia
Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri (Pokja PPLN) Wajid Fauzi dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih pemilu 2019 di kantor KPU RI, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019) (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Ketua Kelompok Kerja Panitia Pemilu Luar Negeri (Pokja PPLN) Wajid Fauzi ceritakan kronologi terbakarnya kendaraan pengangkut sebanyak 900 surat suara dari Kota Kinabalu menuju Sandakan, Sabah, Malaysia.

Di lokasi tugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) itu, KSK tersebar di pedalaman perkebunan sawit yang memiliki jarak tempuh perjalanan sekitar 4 -12 jam perjalanan dari Kota Sandakan.

"Sementara perusahaan sawit memberikan hari libur (cuti) kepada pekerja pada Minggu sehingga dapat dimanfaatkan pekerja yang menjadi KPPSLN untuk mengambil logistik pemilu," ungkap Wajid di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Lalu kata Wajid, petugas KPPSLN KSK sedianya berencana memanfaatkan hari pembayaran gaji pekerja pada 8 April 2019 di kantor pusat perkebunan untuk dapat memungut suara sebanyak-banyaknya dari para pekerja yang tersebar di berbagai wilayah perladangan.

Namun, justru terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Sapi Nangoh-Paitan, Sandakan, yang juga menyebabkan terbakarnya enam buah kotak suara dari tiga kotak suara keliling (KSK) di wilayah kerja Perusahaan Sawit IJM (satu KSK) dan Meridian (dua KSK).

"Seluruh kotak suara dan isinya pun tidak dapat diselamatkan," tuturnya.

Sementara Wajid menyebut empat orang penumpang selamat dan satu sopir mengalami luka bakar ringan, kelimanya merupakan KPPSLN.

"Korban luka terbakar atas nama Saenudin telah mendapatkan perawatan pertama di klinik Perkebunan milik Wilmar Plantations dan saat ini telah diperbolehkan pulang,"ujarnya.

Ada pun, penyebab kebakaran kendaraan hingga kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian wilayah Beluran, Sandakan.

"Kami juga sudah lapor ke KPU, meminta dikirimkan logistik dan kami berharap KPU bisa segera tercukupi," harapnya. []

baca juga: