Ekonomi

Cerita Presiden Termiskin, Ogah Tinggal di Istana Hingga Sumbangkan 90 Persen Gaji!

Beliau merupakan presiden Uruguay pada periode 2010 hingga 2015


Cerita Presiden Termiskin, Ogah Tinggal di Istana Hingga Sumbangkan 90 Persen Gaji!
Mantan Presiden Uruguay Jose Mujica (CNN Turk)

AKURAT.CO, Mantan Presiden Uruguay, Jose Mujica dikenal sebagai Presiden termiskin. Beliau merupakan Presiden Uruguay pada periode 2010 hingga 2015. Ia lebih memilih untuk hidup sederhana selama ia menjabat sebagai Presiden.

Biasanya seorang Presiden dipandang memiliki gaya hidup yang bergelimang harta dan tentunya jauh berbeda dengan rakyatnya. Akan tetapi, tidak demikian dengan Jose Mujica.

Dengan gaya hidup yang sederhana itu, Jose Mujica menjadi perhatian dunia dan dijuluki sebagai presiden termiskin di dunia. Ia menyumbangkan 90 persen gajinya untuk beramal kepada warga miskin.

baca juga:

Jose Mujica bertempat tinggal di pinggiran ibu kota Montevideo bersama sang istri di pertanian yang reyot dengan pekarangan yang ditumbuhi rumput liar. Dirinya menolak untuk tinggal di istana kepresidenan selama menjabat.

Dengan menyumbang 90 persen gajinya tersebut sebesar US$12.000 atau setara dengan Rp174,2 juta per bulan. Hanya tinggal US$800 atau setara 7,7 juta dari gajinya yang ia pakai.

Adapun dengan nama lengkap Jose Alberto Mujica Cordano, melaporkan hartanya yang diketahui berjumlah US$1.800 atau setara 17,4 juta. Walaupun harta tersebut hanya berasal dari mobil tua miliknya, Volkswagen (VW) Beetle buatan tahun 1987.

Kesederhanaan yang ia jalani bersama sang istri. Jangan harap ada paspampres yang menjaga ketat di rumah Jose Mujica, ataupun adanya kepala pelayanan yang melayani mereka di rumahnya.

Jose Mujica dan istri bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Seperti menggarap tanah pertanian dengan bercocok tanam bunga krisan untuk mereka jual. Keputusan untuk hidup sangat sederhana ini mungkin ia belajar dari kesulitan yang ia alami sendiri.

Dulu ketika ia berusia 5 tahun sang ayah meninggal dalam kondisi keluarga yang kesusahan karena uang dan ia pun harus bekerja membantu mengantarkan barang untuk toko roti di daerahnya.