Entertainment

Cerita Perjalanan Spiritual, Dewi Sandra Ungkap Pemikiran Ayahnya Agnostik

Dewi Sandra merupakan salah satu artis yang sudah hijrah.


Cerita Perjalanan Spiritual, Dewi Sandra Ungkap Pemikiran Ayahnya Agnostik
Dewi Sandra dan Agus Rahman (Instagram/agoozerahman)

AKURAT.CO, Dewi Sandra menceritakan perjalanan spiritualnya hingga memutuskan menjadi mualaf. Kepada Daniel Mananta, Dewi mengatakan kalau pilihan memeluk agama Islam berangkat dari keinginannya sendiri. 

Saat itu, Dewi Sandra menyadari bahwa agama Islam mampu menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kritisnya. Selain itu, agama Islam juga mampu menyentuh hatinya

"Because moslem was the only one for me yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis gue, remember when I was a kid, as a child, that still inside me," ujar Dewi Sandra dilansir dari kanal YouTube Daniel Mananta Network, Kamis (4/2/2021). 

"Bahwa aku butuh jawaban yang masuk di logika, meskipun akhirnya tahu ‘oh ternyata enggak semuanya’. Tapi secara logika global, masuk. Secara hati, masuk. Ini (Islam) adalah sesuatu yang aku berani untuk tanggung jawabkan," imbuhnya.

Tak hanya menjadi mualaf, Dewi juga yakin atas keputusannya menutup aurat. Dalam kesempatan itu, Dewi Sandra juga menceritakan dirinya yang lahir dari ayah dan ibu yang memiliki keyakinan berbeda. Sang ayah yang berasal dari Inggris, awalnya beragama Kristen, sementara ibunya memeluk agama Islam.

Namun, Dewi mengatakan bahwa dulu dirinya tak pernah melihat ayahnya beribadah. Dari itu, Dewi akhirnya tahu bahwa ayahnya adalah seorang agnostik alias tidak percaya agama.

"Nyokap gue muslim banget, terus bokap gue awalnya Kristen tapi akhirnya jadi Agnostik, percaya Tuhan tapi nggak percaya agama," kata Dewi Sandra. 

"Kan gue sering conversation juga kan sama bokap gue, and he would go like ‘yeah I believe in God.’ Then why don’t you believe in religion? ‘Because I’m not there yet,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, dengan doa sang ibu dan dirinya, sang ayah akhirnya menjadi mualaf dan sempat menunaikan ibadah haji.