News

Cerita Pemulung di Tengah Wabah Corona: Banyak Temukan Masker Bekas Pakai tapi Nggak Hasilin Duit


Cerita Pemulung di Tengah Wabah Corona: Banyak Temukan Masker Bekas Pakai tapi Nggak Hasilin Duit
Pemulung bernama Ani (AKURAT.CO/Ratu)

AKURAT.CO, Bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap, rasanya Work From Home tidak ada gunanya. Wabah virus corona yang saat ini melanda Indonesia, tidak membuat sebagian orang merasa terancam.

Meski wabah COVID-19 ini memang benar membahayakan, kebanyakan orang sampai saat ini masih saja berkeliaran keluar bahkan untuk mencari nafkah sekalipun.

Seperti Ani (35) yang memiliki dua orang anak ini. Ia dan suami bekerja serabutan mencari botol bekas dalam kesehariannya. Nantinya botol ini akan dijual kembali dan uangnya dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan mereka.

Ani dan suami membagi waktu untuk memulung. Saat ditemui AKURAT.CO, Ani bekerja ditemani oleh kedua anaknya.

"Saya memulung udah lama, ada kayanya empat tahun," kata Ani di daerah jalan H. Mencong, Ciledug-Tangerang, Senin (23/3/2020).

Dalam kondisi mendung saat itu, Ani dan kedua anaknya tetap mencari botol-botol bekas dikisaran daerah Mencong tersebut.

Ani bercerita jika beberapa hari lalu ada dua orang wanita yang langsung memberikan bantuan kepada keluarga. Namun, ia tidak mengetahui darimana bantuan itu berasal.

"Kemarin ada juga yang ke rumah ngasih bantuan, tapi gaktau darimana, saya samperin sudah dapat aja (gak nanya). Jadi mereka ngasih masker, sabun sama beras," kata Ani.

Lebih lanjut, meski mendapat bantuan. Pekerjaan yang biasa dilakoninya tidak bisa ia tinggalkan. Ia tetap mencari serpihan botol meski saat ini kondisi tengah memburuk.

"Penghasilan berkurang, nyarinya sepi. Botol bekas gitu kurang, jadi sering nemuin gituan, kebanyakan masker. Tapi gak saya ambil, gak ngasilin," ujarnya.

Ani mengaku jika wabah virus corona tidak berpengaruh pada jam ia mencari botol-botol bekas. Biasanya, ia kerja pada pagi hari lalu dilanjut pada sore harinya.

"Enggak si sebenarnya, udah pasrah aja gitu. Hidup mati berserah sama yang di atas," ucapnya.

Jika seandainya pemerintah menggratiskan masyarakat kurang mampu untuk memberikan tes virus corona, Ani mengaku sungguh menginginkannya.

"Mau, kalau dekat mah," tuturnya.

Terakhir, Ani berharap pemerintah saat ini lebih memperdulikan masyarakat kecil dan membantu rakyat yang kurang mampu dalam kondisi saat ini.[]