Ekonomi

Cerita Menko Luhut, Ekonomi Indonesia Diapresiasi Dunia - Jilid II


 Cerita Menko Luhut, Ekonomi Indonesia Diapresiasi Dunia - Jilid II
Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan menegaskan bahwa meski tidak perekonomian Indonesia meski tidak tumbuh signifikan sebagaimana yang dialami pemerintah sebelumnya yaitu mencapai 6% hingga 7%. Melainkan hanya tumbuh 5,1 % di tahun 2017. Namun ekonomi Indonesia masih menjadi pusat perhatian dunia.

Menko luhut menambahkan bahwa berbagai indikasi mulai terlihat pertumbuhan ekonomi. Terlihat dari peringkat EoDB Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 peringkat EoDB berada diangka 72, tertinggi dari beberapa tahun sebelumnya 2015, 106 dan 91 di 2016. Meski masih dibawah Singapura (2), Thailand (26) dan Vietnam (68). Namun naiknya peringkat EoDB menurut Luhut bisa dijadikan momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.

"EODB meningkat di 91, target sampai 2020 bisa angka 40. Itu apresiasi banyak orang. Itu bagian kerja anda. Invesment grade juga meningkat. Di sini intelektual, lihat perkembangan ke depan," tambah dia.

Luhut menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mengenjot pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur dan mendorong tumbuhnya daya beli masyarakat Indonesia.

Terlepas dari konsumsi masyarakat mengalami perlambatan. Menko Luhut memastikan ekonomi terus tumbuh, inflasi semakin terjaga. Ia optimistis target 5,3 % pertumbuhan pada tahun depan bisa dicapai dengan baik. Selain itu peran infrastruktur menjadi salah satu bagian dalam rangka membangun konektivitas antara daerah.

"2014, 2015, Kita membaik dna berkisar 5,1%. 5,6% ada angka komoditi. Kita lihat hilirisasi supaya ada nilai tambah, inflasi turun di bawah 3%. Kita berharap bisa tumbuh diangka 5,3%. AS sekarang 3%, kita harus bisa ikut naik, jangan jadi persoalan. Peran perhubungan penting," tambah dia.

Selain itu, menurut dia peran pemerintah sebagai regulator juga sangat responsif dalam memberikan solusi. Proses pengambilan keputusan dilakukan terintegrasi. Semua proses didorong secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek-aspek hukum. Secara berkala pemerintah terus melakukan pengawasan cek langsung ke lapangan.

Hal ini, diyakini Luhut mampu membuat investasi terus meningkat. Sebab investor merasa nyaman dengan regulasi yang dibuat semudah mungkin oleh pemerintah. Meski tanpa mengabaikan aspek hukum dan perundangan-undangan.

"Proses pengambilan keputusan terintegrasi, LRT kita ikuti. Proses pengambilan keputusan seperti di tentara itu bertahap, bertingkat, jangan seperti yoyo maju mundur. Ketika sudah diputuskan kita jalan, kecuali ada yang melanggar peraturan undang-undang," tandasnya.

Ia meminta masyarakat melihat perkonomian secara positif. Meski harus mengkritisi kebijakan pemerintah ia meminta dilakukan dengan niatan membangun tidak mengkritik buta. Tanpa data dan analisis yang jelas. []