News

Cerita Korban Selamat Kecelakaan Bus Sriwijaya: Saya Terbangun dan Mobil Sedang Terjun Bebas


Cerita Korban Selamat Kecelakaan Bus Sriwijaya: Saya Terbangun dan Mobil Sedang Terjun Bebas
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). Hasil evakuasi dan pencarian korban pada hari kedua tercatat total jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban selamat sebanyak 13 orang. (ANTARA FOTO/HO/Basarnas Palembang)

AKURAT.CO, Seorang korban selamat dari kecelakaan bus Sriwijaya di tikungan Lematang Indah Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam bernama Ridwan tiba di Rumah Sakit Umum Kota Bengkulu, Rabu (25/12/2019) siang.

Ridwan warga Jalan Enggano Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu bercerita bahwa saat kejadian ia masih tertidur pulas. Ia terbangun saat mendengar suara ibu-ibu yang berteriak.

"Saat itu saya terbangun dan mobil sedang terjun bebas ke sungai," kata Ridwan, Kamis (26/12/2019). 

Tidak lama kemudian bus tersebut langsung jatuh ke air dan dirinya berupaya memecahkan kaca bus dan bisa ke luar tapi terbawa arus sungai.

Setelah itu dirinya berpegangan dengan batu dan ranting selama satu jam hingga dievakuasi oleh tim SAR.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya bus nahas itu telah mengalami dua kejadian yang tidak baik sebelum akhirnya terjun ke sungai.

Pertama, bus menyerempet mobil minibus di daerah Empat Lawang, kedua ban bus masuk parit lalu terjun ke sungai hingga mengakibatkan puluhan nyawa hilang.

Atas kejadian tersebut Ridwan mengalami memar di sekujur tubuhnya dan menerima lima jahitan di kaki sebelah kiri.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bengkulu Susilawaty menyebutkan bahwa Pemkot Bengkulu sebelumnya memberangkatkan 10 unit ambulans dan hari ini dua mobil lagi untuk membantu evakuasi para korban.

"Ada paramedis yang ikut sehingga di perjalanan korban luka-luka mendapatkan pertolongan," ujarnya.[] 

Sumber: ANTARA