Entertainment

Cerita Kecil Joko Anwar, Nonton Bioskop Jalan Kaki Karena Uang Hanya Cukup untuk Beli Karcis

Di balik kebesaran Joko Anwar di dunia perfilman Tanah Air, siapa sangka ia memiliki kisah haru saat masih kecil

Cerita Kecil Joko Anwar, Nonton Bioskop Jalan Kaki Karena Uang Hanya Cukup untuk Beli Karcis
Joko Anwar saat ditemui di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (12/11). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Joko Anwar dikenal sebagai salah satu sutradara paling sukses di Tanah Air. Beberapa film populer seperti Gundala, Perempuan Tanah Jahanam, hingga Pengabdi Setan, merupakan karya-karya Joko Anwar yang cukup sukses di pasaran.

Namun, di balik kebesaran Joko Anwar di dunia perfilman Tanah Air, siapa sangka ia memiliki kisah haru saat masih kecil. Menurut Joko Anwar, ia sempat jalan kaki hanya untuk nonton film bioskop.

Hal tersebut diceritakan Joko Anwar dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya, Kamis (11/8). Menurut Joko Anwar, saat usianya menginjak 7 tahun, ia sempat jalan kaki nonton bioskop karena uang yang ia miliki hanya cukup untuk beli karcis.

baca juga:

Menariknya, film yang ditonton Joko Anwar saat itu ialah film 'Pengabdi Setan' versi lama.

"Btw, foto profil saya waktu umur 7 tahun. Beberapa hari setelah nonton Pengabdi Setan di bioskop Remaja Theatre, Simpang Limun, Medan. Jalan kaki sendiri karena duitnya cuman cukup buat beli karcis," cuit Joko Anwar kenang masa lalunya.

Joko Anwar pun menyebut, sejak kecil ia sudah memimpikan untuk membuat film sendiri. Hebatnya, kini ia pun berhasil mewujudkan mimpinya tersebut dengan menjadi seorang sutradara.

"Saat itu mulai mimpi pengen bikin film. Dan sekarang mimpi itu jadi kenyataan," sambung Joko Anwar.

Menurut Joko Anwar, gedung bioskop Remaja Theatre di Simpang Limun Medan merupakan lokasi andalan ia nonton film sejak usia 5 tahun. Saking berkesannya gedung bioskop itu bagi Joko Anwar, ia pun mengabadikannya dalam opening titles film 'Pengabdi Setan 2'.

"Bioskop Remaja Theatre di Simpang Limun Medan tempat saya nonton film sejak umur 5 tahun (sering lewat lubang angin juga), saya abadikan di opening titles 'Pengabdi Setan 2: Communion'. Bioskop dekat halte bus Rini, namanya Remaja Theatre sebagai tanda rasa bersyukur saya," ungkap Joko Anwar.

Lahir dan besar di Medan, Joko Anwar mengaku memiliki hobi jalan kaki ke bioskop sejak kecil. Hal tersebut dilakukan demi menonton film, karena saat itu belum ada film bajakan.

"Saya lahir dan besar di Medan. Rumah saya di Amplas, sekolah saya di Simpang Limun di SD Negeri no. 060823/100. Hobi jalan kaki ke bioskop buat nonton film. Dulu gak ada OTT. Gak ada bajakan online. TV cuman satu channel. TVRI. Kalau udah lagu Rayuan Pulau Kelapa, TV abis," pungkas Joko Anwar.[]