Lifestyle

Cerita Istri Nadiem Makarim Tentang Menjadi Ibu Sekaligus Wanita Karier

Cerita Istri Nadiem Makarim Tentang Menjadi Ibu Sekaligus Wanita Karier
Potret Frank Franklin Makarim (Instagram/frankamakarim)

AKURAT.CO  Istri dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia Nadiem Makarim, Franka Franklin Makarim bercerita pengalamannya ketika berada di New York, Amerika Serikat mendampingi sang suami pada pertengahan September 2022. 

"Kemarin saya menemani @nadiemmakarim yang bertugas kunjungan ke Amerika Serikat, mulai dari menghadiri Transforming Education Summit di PBB, memberikan kuliah umum di beberapa universitas ternama di sana, rapat dengan berbagai institusi pendidikan dan museum untuk rencana kerjasama jangka panjang demi kelangsungan berbagai program Merdeka Belajar," ujar Franka dalam kolom keterangan unggahannya, dikutip pada (27/9/2022).

Franka Franklin Makarim mengatakan, dirinya sempat terkesan ketika ditodong pertanyaan oleh salah satu pelajar Indonesia yang sedang belajar di Amerika Serikat.

baca juga:

Pertanyaan itu ditujukan kepada pribadinya. Dan beruntung, dia bisa menjawab pertanyaan soal bagi peran antara ibu, istri dan wanita karir tanpa pikir panjang.

"Beberapa pertanyaan kepada saya pribadi adalah, bagaimana menjalani peran sebagai istri, ibu, dan meniti karir. Apakah saya pernah mempunyai keraguan dan mempertanyakan kapabilitas saya menjalankan semua?," katanya. 

Menurut Bos dari perusahaan perhiasan Tulola Jewelry ini, dia bisa menjawab pertanyaan itu tanpa pikir panjang.

"Jawabannya datang sungguh cepat, karena sejujurnya pertanyaan itu datang setiap harinya. Bahkan kadang beberapa kali sehari," tulisnya.

 "Apakah yang aku lakukan ini benar? Apakah saya sudah melakukan yang terbaik? Apakah yang saya lakukan sudah terbaik dan cukup untuk orang lain?," lanjutnya.

Terlepas dari apa jawaban terbaik dari pertanyaan itu, bagi Franka Franklin Makarim, yang penting adalah tetap mencintai diri sendiri. 

"Terlepas dari jawaban saya sendiri, saya percaya kuncinya adalah melatih mindset kita untuk semakin cepat kembali bersikap baik dan penuh kasih untuk kita sendiri," katanya. 

Dari pengalamannya, mungkin selama sepekan terakhir, dia sedang fokus menjalankan peran sebagai istri dibanding menjadi ibu yang baik.

Selama sepekan terakhir pula, dia harus menyesuaikan waktu komunikasi dengan timnya di perusahaan karena perbedaan waktu. 

 "Sepanjang minggu ini, saya mungkin adalah istri yang lebih baik, daripada ibu yang terbaik. Dan jelas sebagai pemimpin dalam pekerjaan saya, perbedaan waktu menyebabkan komunikasi menjadi sulit untuk tim cepat mendapatkan waktu diskusi," tuturnya.

 "Tidak mungkin kita jadi versi terbaik di setiap saat untuk setiap peran yang ada," tambahnya.

Satu hal yang selalu diyakininya adalah untuk belajar menerima, mendorongnya, juga merangkul keterbatasan yang dia miliki.

"Belajar menerima keterbatasan saya, baik bagaimana mendorongnya, tetapi juga belajar merangkul keterbatasan saya. Bersyukur setiap hari untuk kesempatan itu," katanya sambil bersyukur atas setiap kesempatan yang diterimanya.