Entertainment

Cerita Hanung Bramantyo Soal Bryan Domani Ngaku Stres saat Casting Miracle in Cell No 7

Cerita Hanung Bramantyo Soal Bryan Domani Ngaku Stres saat Casting Miracle in Cell No 7
Menurut Hanung film 'Miracle in Cell No 7' sangat kental dengan nilai-nilai kemanusiaan. (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO Film terbaru besutan sutradara Hanung Bramantyo, berhasil masuk ke jajaran film terlaris tahun 2022, dengan perolehan penonton 5.053.714 dalam 22 hari penayangan. Jumlah tersebut pun akan terus bertambang mengingat film ini sekarang masih tayang di bioskop.

Hanung Bramantyo sebagai sutradara mengaku cukup tertantang membuat film ini. Pasalnya, menurut Hanung film 'Miracle in Cell No 7' sangat kental dengan nilai-nilai kemanusiaan, selain berisi kritikan permainan hukum di suatu negara.

Hanung menyebut, ada beberapa hal yang ia sengaja bedakan antara 'Miracle in Cell No 7' versi Korea dan Indonesia. Salah satunya ialah pada konsep penjara. 

baca juga:

Jika penjara di film versi Korea didesain cukup unik, ramai, dan lucu, Hanung justru mengambarkan penjara di film 'Miracle in Cell No 7' penuh dengan penuh kekelaman dan suram.

"Saya membuat nge-set penjara dengan imajinasi saya bahwa penjara itu memang suram, kelam, terus kemudian kumuh," ujar Hanung, dikutip AKURAT.CO dari kanal YouTube @gt.bodyhsoot.

Namun, menurut Hanung, di tengah kekumuhan dan kekelaman penjara, ada orang-orang baik dan lucu yang menjadi korban dari tidak ditegakkannya keadilan hukum.

Agar menyajikan suasana yang berwarna di dalam penjara, Hanung pun mengaku lebih memilih para komedian untuk bermain di film 'Miracle in Cell No 7' versi Indonesia. Bahkan, menurut Hanung, di film tersebut hanya Bryan Domani yang bukan komedian.

"Pada saat saya ditanya produser, 'Ini siapa nih orang-orang yang main di sini?' Saya bilang, saya mau itu pelawak semua yang ada di situ," papar Hanung.

"Jadi, yang nggak lucu (bukan komedian) itu cuma Bryan Domani," sambung Hanung.

Hanung pun menjelaskan, jika Bryan sempat stres saat casting film 'Miracle in Cell No 7' karena harus beradu akting dengan para komedian. Tidak hanya itu, Bryan juga tidak begitu lancar berkomedi dengan bahasa Indonesia.

"Makanya kan stres dia, pada saat casting. Bahasa Indonesianya juga masih limit, dia kan biasa berbahasa Inggris, dan dia harus melucu," pungkas Hanung.[]