Entertainment

Cerita Dokter Tirta Terima Dua Sarjana yang Lamar Jadi OB di Kantornya

Dari beberapa pelamar sebagai OB, dua di antaranya merupakan lulusan S1 dengan IPK cukup tinggi


Cerita Dokter Tirta Terima Dua Sarjana yang Lamar Jadi OB di Kantornya
Potret dr. Tirta (Instagram/dr.tirta)

AKURAT.CO Dokter Tirta Mandira Hudhi atau yang akrab disapa Cipeng kembali menjadi sorotan warganet. Namun, kali ini bukan soal pandemi atau Covid-19. 

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini menjadi perbincangan setelah ia mencuitkan pengalamannya membuka lowongan kerja.

Dalam cuitannya pada Kamis 13 Januari 2022, dr. Tirta menceritakan jika kantornya saat ini tengah membutuhkan karyawan baru di posisi cleaning service. 

baca juga:

Namun, yang mengejutkan, dari beberapa pelamar, dua di antaranya merupakan lulusan S1 dengan IPK cukup tinggi.

"Jadi izinkan saya cerita 2 pegawai baru saya. Saya barusan hiring untuk cleaning service kantor saya. Ada 2 orang lulusan s1 ipk 3.45 melamar jadi office boy. Nah lhoh. Kenapa coba?," cuit dr. Tirta.

Dokter Tirta kemudian menceritakan, jika salah satu dari sarjana yang melamar sebagai OB di kantornya merupakan sarjana hukum dengan IPK 3.45. Menurut dr. Tirta, karyawan barunya tersebut awalnya membuka bengkel, namun gulung tikar akibat pandemi.

Karena harus tetap mendapatkan pemasukan untuk mengejar gelar S2, karyawan tersebut pun kemudian mendaftar di perusahaan milik dr. Tirta, meski hanya sebagai OB.

Menariknya, saat ditanya dr. Tirta apakah dia tidak malu bekerja sebagai OB, karyawan tersebut justru mengaku merasa bahagia bisa kembali bekerja meski hanya menjadi seorang OB.

"Gue tanya lagi 'lo ga malu ipk 3.45? Jadi cs (cleaning service)? Ob? Sorry pak dok, saya ga malu, yang penting keluarga makan, sukur-sukur dapat pengalaman dari anda, dan bisa sekolah lagi'. Kaget dong gue. Ini asli. Orangnya ada. Di kantor gue blok A," lanjut dr. Tirta.

Sementara karyawan satunya, menurut dr. Tirta, dia merupakan mahasiswa tingkat akhir yang tengah garap skripsi. Nilai yang didapatkan karyawan tersebut pun tidak main-main, 3,48.

Saat ditanya apakah tidak malu bekerja sebagai cleaning service, karyawan tersebut pun mengatakan jika ia sudah terbiasa bekerja sebagai cleaning service.

"Gue tanya dong 'ngga malu jadi cleaning service bro?' Jawaban dia 'kagak pak, dari semester 1 saya dah jadi ob di shabu hachi , lalu gitu trus pindah lgi jadi cs d resto, yg penting bisa bayar kuliah'," lanjut cuit dr. Tirta.

Menurut dr. Tirta, kedua karyawan barunya tersebut merupakan lulusan S1 dengan IPK tinggi. Mereka datang ke Jakarta murni untuk kuliah.

Hal tersebut lah yang menjadi salah satu alasan dr. Tirta menerima keduanya bekerja di perusahaannya. Meski demikian, menurut dr. Tirta, keduanya akan diberi tugas tambahan dengan gaji tambahan agar bisa membantu cita-cita keduanya.

Dokter Tirta pun mengaku mendapat banyak pelajaran hidup dari kedua karyawannya tersebut.

"Gue belajar banyak dari mereka berdua, Dan pesen gue buat lo semua percayalah, yg lagi ribet cari kerjaan meski s 1 : kerja apapun yang penting halal dulu," ujar dr. Tirta.[]