Ekonomi

Cerita Dahlan Iskan Soal Fasilitas 'Kartu Kredit Dewa': Saya Dulu Enggak Ambil

Dahlan Iskan merespon pengambilan kebijakan Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penghapusan fasilitas kartu kredit pejabat perseroan.


Cerita Dahlan Iskan Soal Fasilitas 'Kartu Kredit Dewa': Saya Dulu Enggak Ambil
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan merespon pengambilan kebijakan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok terkait penghapusan fasilitas kartu kredit pejabat perseroan.

Dahlan mengungkapkan, selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dirinya tidak pernah mengambil fasilitas kartu kredit atau Credit Card (CC) meskipun telah disediakan. 

"Saya terus terang tidak terlalu tahu di BUMN lain bagaimana, tapi waktu saya menjadi Dirut PLN saya enggak ambil CC. Jadi saya pakai uang saya pribadi jadi enggak pernah pengalaman," jelasnya kepada Akurat.co, Jumat (18/6/2021).

Namun demikian, Dahlan mengaku dirinya mempersilakan direksi yang lain apabila ingin menggunakan fasilitas kartu kredit tersebut. "Saya sebagai Dirut PLN silakan direksi ambil karena saya enggak perlu," imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa kartu kredit yang diberikan kepada pejabat perusahaan hanya bisa digunakan untuk membiayai makan para tamu.

"Tapi CC Direktur PLN hanya boleh untuk satu hal yaitu untuk traktir tamu makan, enggak boleh jadi untuk hotel sama tiket. Nah, tetapi karena penggunaan hanya itu, jadi beberapa direktur enggak mau ambil juga karena untuk apa. Jadi waktu itu saya punya kebijakan seperti itu," papar Dahlan. 

Seperti diketahui, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina pada Selasa (15/6/2021) lalu, Ahok mendorong penghapusan fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi dan komisaris.

Katanya, penghapusan fasilitas tersebut menjadi salah satu gebrakan dalam hal efisiensi keuangan Pertamina. Pasalnya, jumlah uang yang dikeluarkan perseroan untuk fasilitas tersebut sangat besar. Bahkan untuk jabatannya sendiri sebagai Komisaris Utama Pertamina, Ahok menyebut limit kartu kredit yang diberikan mencapai Rp30 miliar.

Sementara itu, Kementerian BUMN mengungkapkan fasilitas kartu kredit atau credit card di beberapa BUMN ditujukan untuk keperluan perusahaan, bukan untuk keperluan pribadi.

"Saya sudah cek di beberapa BUMN, memang ada fasilitas kartu kredit tapi untuk keperluan perusahaan bukan untuk keperluan pribadi. Kalau untuk keperluan pribadi tidak boleh," tegas Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Berdasarkan hasil pantauan di beberapa BUMN, menurut Arya, pemakaian kartu kredit tersebut untuk keperluan perusahaan supaya tidak menggunakan uang tunai dan juga agar lebih dapat dikontrol serta transparan. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co