News

Cerita Calon Jamaah Batal Haji untuk Kedua Kalinya, Kini Impian Hanya Jadi Harapan

Demi menjaga kesehatan di tengah pandemi dan ingin sekali melakukan ibadah haji, mereka tidak pernah berpergian jika tidak dalam kondisi darurat.


Cerita Calon Jamaah Batal Haji untuk Kedua Kalinya, Kini Impian Hanya Jadi Harapan
Alwiyanto (58) dan Listiarini (56) (Dok. Pribadi)

AKURAT.CO, Pemerintah resmi membatalkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 untuk Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Keputusan ini membuat pilu sepasang suami istri calon haji bernama Alwiyanto (58) dan Listiarini (56).

Kabar ini mengejutkan mereka untuk kedua kalinya. Sebab di tahun 2020, mereka sudah berencana untuk menunaikan haji, namun urung terlaksana karena terpaksa harus ditunda.

Cerita ini disampaikan langsung oleh anak pertama mereka bernama Annur Halimah (35) ketika dihubungi AKURAT.CO pada Selasa (8/6/2021).

Annur bercerita bahwa pada tahun lalu, orang tuanya sudah mempersiapkan semuanya bahkan sudah melakukan manasik haji hingga sudah melunasi biaya haji.

"Sudah siap semua, Manasik di KBIH Darul Fatah, biaya haji sudah lunas Maret 2020," kata Annur.

Tahun lalu memanglah berat bagi Indonesia karena waktu itu, virus Covid-19 tengah menggila di tanah air.

Pembatalan haji oleh pemerintah tahun 2020 ini pun dimaklumi oleh mereka.

"Orang tua ketika tahun pertama dibatalkan itu sedih. Namun bisa memahami dengan kondisi dimana awal Covid-19 yang masih heboh sehingga bisa menerimanya," ujarnya.

Akan tetapi, pembatalan yang kedua kali ini sangat menyakiti hati mereka. Pasalnya keputusan yang diambil pemerintah dan polemik di balik sebelum keputusan itu diambil dirasa sudah sangat mematahkan harapan dan semangat keduanya untuk berhaji.

"Yang bikin sedih banget itu tahun ke 2 ini. Karena memang orang tua saya sudah berharap banget untuk bisa berangkat. Semua sudah dipersiapkan, dari perintilan-perintilan kecil pun sudah disiapkan," kata dia.

Bahkan demi menjaga kesehatan di tengah pandemi dan ingin sekali melakukan ibadah haji, mereka tidak pernah berpergian jika tidak dalam kondisi darurat.

"Karena untuk menjaga supaya sehat dan terhindar dari virus-virus yang saat ini sedang marak," tuturnya.

Kedua calon haji yang gagal berangkat ini pun merasakan kepedihan yang mendalam, lantaran belum bisa berangkat ke tanah suci.

"Rasa sedih, kecewa pasti ada karena hanya manusia biasa, tapi beliau bisa berbuat apa? karena keputusan pemerintah untuk membatalkan. Orang tua saya hanya bisa berdoa saja," ujarnya.

Perjuangan Alwiyanto dan Listiarini rupanya tidak mudah untuk mencapai di titik ini.

Alwiyanto hanyalah pensiunan PNS sedangkan Listiarini hanyalah ibu rumah tangga yang gemar berdagang.

Di tahun 2012 keduanya sudah ingin sekali naik haji, maka mereka sampai menjual tanah untuk tabungan dan mendapatkan porsi haji. 

"Di tahun 2015 orang tua saya mengumpulkan uang untuk bisa berangkat umroh, karena saking sudah kepengennya untuk ibadah haji. Kemudian kalau tidak salah di Desember 2015 orang tua saya berangkat ibadah umroh. Nah, karena sudah berangkat ibadah umrah, orang tua tuh jadi semakin ingin pergi ke Baitullahnya (Masjidil Haram)," ucapnya sambil terisak.

Cerita Calon Jamaah Batal Haji untuk Kedua Kalinya, Kini Impian Hanya Jadi Harapan - Foto 1
Annur (sebelah kanan), Adiknya (sebelah kiri) dan orang tuanya (di tengah).

Masuk di tahun 2020 awal, mereka sudah menerima kabar mengenai keberangkatan haji. Maka, setelah menjual tanah, Alwiyanto sampai melepaskan mobil dan menjualnya agar dia bisa berangkat ibadah haji bersama sang istri.

Saat itu, semua anak-anaknya pun setuju dan persiapan sudah matang semua. Akan tetapi, alam berkehendak lain.

"Kebetulan orang tua saya ikut Yayasan karena ingin dibimbing sehingga bisa ibadahnya lebih fokus di sana. Orang tua saya pada suatu ketika sudah pelunasan dan itu biaya ya tidak ada dana (dari pemerintah), sehingga orang tua saya menjual mobilnya. Jadi tuh semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, tapi dibatalkan ya pasti orang tua saya benar-benar terpukul. Tapi saya sebagai anak hanya bisa menguatkan," ungkapnya.

Tak cukup sampai disitu, Listiarini juga berdagang pempek untuk menambah tabungan mereka. Penghasilan dari berjualan tersebut tidak pernah di pakai oleh Listiarini karena tekat kuatnya untuk berhaji.

"Jadi selama ini kan Mama saya jualan pempek, itu semua keuntungannya tidak pernah diambil sama mama saya, sudah hampir 1 tahun lebih itu tidak pernah diambil keuntungannya sepeserpun. Karena beliau ingin nanti uangnya itu untuk bekal beliau di Arab. Beliau ingin merasakan hasil jerih payahnya," kata sang anak.

Kesedihan tak hanya sampai disitu saja, karena di tahun yang sama pada bulan November lalu suami Listiarini, Alwiyanto jatuh sakit.

"Enggak tahu kenapa selama ini papa saya itu enggak pernah sakit, bahkan askesnya itu tidak pernah dipakai sehingga waktu pada saat sakit di awal pun askesnya tuh sampai tidak aktif karena tidak pernah dipakai. Jadi sudah berapa puluh tahun selama Papa saya bekerja menjadi ASN itu tidak pernah dipakai (karena tidak pernah sakit)," ujarnya.

Annur bercerita bahwa sang ayah saat itu dalam kondisi kritis dan keluarga pun sudah pasrah. Sampai akhirnya, batin Annur tergerak untuk memberikan semangat kepada sang ayah.

"Kita tuh sampai menguatkan papah gini. "Pah nanti dulu Pa, Papa kan masih punya impian papa karena belum bisa berangkat ibadah haji tunggu pah, Tahun depan kan papah berangkat haji. Papah berangkat haji dulu aja yang penting papah sudah tercapai cita-citanya", karena itulah impian orang tua saya agar bisa berangkat haji, cuman itu aja nggak muluk-muluk," kata dia.

Annur, Listiarini dan adik-adiknya pun saling menguatkan untuk kesembuhan Alwiyanto. Sampai ia berkata "Kami pun bisa ikhlas misalnya pun Allah mau mengambil orang tua saya, setidaknya berangkatkan dulu orang tua saya ibadah haji," ujarnya.

Anak-anaknya ini hanya ingin kedua orang tua mereka bahagia dan mencapai mimpinya untuk ibadah haji, sampai akhirnya Alwiyanto sembuh, kabar tidak mengenakan itu datang lagi. Ibadah haji batal di tahun 2021.

"Saat ini saya sebagai anak hanya bisa menguatkan untuk bisa berkata "Yang sabar ya Pah, sabar ya ma", karena ya ini semua sudah takdirnya Allah. Kita yakin saja ini mungkin yang terbaik dari Allah. "yang penting Papa, Mama sekarang sehat dan mudah-mudahan bisa di tahun depan berangkat haji dan tidak dibatalkan lagi", itu saja si saya hanya bisa menguatkan," harapan Annur.

"Pasti mungkin mereka ya... belum bisa menerima tapi, ya sudah, bisanya ya mungkin sedikit legowo lah gitu. Mereka untuk khayalan untuk berangkat haji tuh sudah kaya di depan mata, karena kebetulan Alhamdulillah waktu di 2015 itu orang tua saya bisa berangkat umroh, Jadi mereka ke bayangan Mekkah (impian ke Mekkah) itu lebih dalam," sambungnya.

Terakhir, Annur hanya bisa menyampaikan harapan untuk pemerintah, di mana pemerintah dapat lebih memperhatikan calon jamaah haji yang sudah bermimpi dan mengidamkan kota suci itu.

"Saya yakin ini semua sudah dipikirkan baik-baik oleh pemerintah semoga saja untuk kedepannya pemerintah lebih memperhatikan lagi calon jamaah haji, semoga saja ada keajaiban untuk bisa calon jamaah haji Indonesia diberangkatkan tahun ini Aamin," tutupnya.[]