Ekonomi

Cerita Aerostreet Banting Setir ke Online, Bertahan Tak Pecat 2000 Pegawai saat Pandemi

Aerostreet awalnya perusahaan distributor sepatu yang berfokus pada penjualan offline


Cerita Aerostreet Banting Setir ke Online, Bertahan Tak Pecat 2000 Pegawai saat Pandemi
Adithya Caesarico saat diinterview oleh dr Tirta (YouTube)

AKURAT.CO, Aerostreet kini telah menjadi salah satu brand sepatu yang paling populer di sejumlah marketplace di Indonesia. Namun ternyata, brand asal Klaten ini baru mulai menggarap serius media sosialnya dalam dua tahun terakhir. 

Fakta tersebut diungkapkan secara langsung oleh pendirinya, Adithya Caesarico. Pemuda asal Klaten ini mengungkapkan sejumlah fakta mengejutkan terkait brand yang didirikannya sejak rahun 2014 silam, Aerostreet. 

Dalam video wawancara yang dipandu oleh dr. tirta, pria yang biasa dipanggil Adit ini mengungkapkan bahwa Aerostreet awalnya perusahaan distributor sepatu yang berfokus pada penjualan offline. Biasanya, Aerostreet menjual sepatu yang dibuatnya pada berbagai distributor di sejumlah kota besar. 

baca juga:

Bahkan, sebelum akhirnya memiliki pabrik pada tahun 2014 silam, Aerostreet telah menjadi distributor sepatu yang bersifat borongan dengan sistem per katalog. Dalam sekali pesan, biasanya satu hingga 2 truk yang berisi sepatu. 

Namun kondisi tersebut langsung berubah 180 derajat karena pandemi. Akhirnya Adit mengaku langsung mengembalikan bahan baku dan menukarnya. Sebelumnya menggunakan bahan baku hanya dua warna, hitam dan putih karena biasanya untuk membuat sepatu sekolah kemudian ditukar menjadi beberapa warna. 

Setelah melakukan riset mendalam terkait sepatu fashion, akhirnya mau tidak mau demi bisa terus berjalan, Adit mulai menggarap online. 

Memulai menggarap sejak pertengah 2019, cara penjualannya pun diakui harus dilakukan secara keseluruhan. Adit mengaku bahwa untuk menjual sepatunya itu tidak bisa hanya posting lalu jualan saja. Tetapi harus disertai dengan berbagai macam tambahan seperti iklan media sosial dan iklan marketplace. 

Ketika awal tahun 2020an, Adit mengaku paling banyak pengeluarannya justru di marketing atau pembiayaan di marketplace dan media sosial. Bahkan profitnya dikembalikan lagi untuk terus menbayar iklan di semua lini. Aksi ini pun dilakukan selama satu tahun. 

Menariknya bahkan ketika pandemi, Aerostreet tidak ada pemecatan pegawai di mana mereka telah memiliki pegawai mencapai 2.000 orang. 

Kini, dengan berbagai produknya, Aerostreet telah miliki omzet ratusan miliar rupiah dan telah menjadi penjualan nomor satu di Tokopedia. []