Ekonomi

Ceria Awal Perdagangan, IHSG Terus Melaju Gesit

IHSG dibuka naik 15,3 poin atau 0,25% ke posisi 6.110,8 pada pembukaan perdagangan, Senin (14/6/2021)


Ceria Awal Perdagangan, IHSG Terus Melaju Gesit
Warga melintas di sebelah papan indeks pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka naik 15,3 poin atau 0,25% ke posisi 6.110,8 pada perdagangan, Senin (14/6/2021).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,21 poin atau 0,47% ke posisi 905,86.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG membentuk pola false break resistance 6.118 dan fractal 6.103. Pola candlestick bearish counter attack dengan Indikator Stochstic dan RSI yang mengarah ke area jenuh.

IHSG (-0.20%) terkoreksi 12.04 poin ke level 6.095 dengan indeks sektor energy (+3.25%) dna Teknologi (-5.70%) alami penguatan yang cukup tinggi.

" Investor asing tercatat net buy sebesar Rp2,62 triliun dengan komposisi reguler net buy sebesar Rp552,06 miliar dan bursa nego sebesar Rp2,06 triliun. Optimisme mereda diakhir pekan, " ujar Head Of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Bursa Asia menutup pekan kembali bervariasi. Indeks HangSeng (+0.36%) menguat ditengah pelemahan indeks Nikkei (-0.03%), TOPIX (-0.14%) dan CSI300 (-0.89%). Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei mencapai angka 5% secara tahunan, menjadi yang tercepat sejak 2008 memberikan signal peningkatan inflasi lanjutan yang mengancam prospek pelongaran moneter AS.

Bursa Eropa menutup pekan dizona hijau. Indeks Eurostoxx (+0.75%), FTSE (+0.65%), DAX (+0.78%) dan CAC40 (+0.83%) naik optimis setelah Bank Sentral Eropa menaikkan perkiraan inflasi dan memperbarui janji untuk mempertahankan pembelian obligasi darurat yang lebih cepat untuk mempertahankan kawasan Eropa. Bursa AS mayoritas menguat diakhir pekan dengan indeks DJIA (+0.04%), S&P500 (+0.19%) dan NASDAQ (+0.35%) naik. Investor terus menilai prospek inflasi dan jalur kebijakan The Fed.

S&P 500 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa sejak awal Mei karena data menunjukkan kenaikan harga konsumen AS pada bulan Mei sebagian besar didorong oleh kategori yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi, memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi dapat mereda nanti. di tahun.

" Selanjutnya investor terfokus pada data akitifitas ekspor impor berserta neraca perdagangan, " jelasnya.