Rahmah

Cerdas! Ketika Abu Nawas Ditanya Soal Umur oleh Baginda Raja, Jawabannya Bikin Ngakak

Abu Nawas datang ke istana kerajaan tanpa mendapat undangan dari Baginda Raja terlebih dahulu.


Cerdas! Ketika Abu Nawas Ditanya Soal Umur oleh Baginda Raja, Jawabannya Bikin Ngakak
Ilustrasi Abu Nawas (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair dan juga sosok jenaka yang penuh dengan kecerdasan. Sejak tinggal di Baghdad, Abu Nawas memiliki hubungan kedekatan dengan Baginda Raja Harun Ar-Rasyid karena dirinya sering memberikan solusi kenegaraan kepada Baginda.

Akan tetapi, hari itu, sebuah pemandangan langka terjadi. Abu Nawas datang ke istana kerajaan tanpa mendapat undangan dari Baginda Raja terlebih dahulu.

"Ohh ternyata engkau datang juga. Kebetulan aku memang sudah kangen ingin bertemu denganmu Abu Nawas," kata Baginda tanpa basa-basi. 

Mendengar perkataan rajanya itu, Abu Nawas menjadi senang bukan kepalang. Karena memang diketahui hubungan mereka belakang ini  sedang dekat-dekatnya. 

"Wahai Baginda, kali ini, apa yang mesti hamba lakukan?" tanya Abu Nawas. 

"Tidak ada," sergah Baginda. 

"Sebentar dulu," ujar Baginda yang kemudian beranjak dari tempat duduknya. Begitu kembali, Baginda sudah berganti pakaian yang sederhana layaknya rakyat biasa.

"Aku ingin ke rumahmu Abu Nawas" titah baginda. 

"Untuk apa Baginda ke rumah hamba?" tanya Abu Nawas heran dan kaget.

Abu Nawas merasa belum memikirkan sebelumnya jika Baginda ingin ke rumahnya. Istrinya pun tak ada di rumah. Abu Nawas berpikir siapa yang menyiapkan hidangan untuk baginda. 

"Intinya aku mau ke rumahmu," ujar Baginda dengan sedikit memaksa. 

Karena tidak ingin membantah perintah rajanya, akhirnya Abu Nawas mengiyakan ajakan Baginda tersebut. Tanpa ada pengawal, Baginda dan Abu Nawas berjalan kaki menuju rumah Abu Nawas, yang jaraknya tidak begitu jauh dari istana kerajaan.

Sesampainya di rumah Abu Nawas, Baginda tidak menyangka jika rumah Abu Nawas yang sangat sederhana. Tak ada barang berharga di rumah itu.  

"Di mana istrimu Abu Nawas?" tanya Baginda. 

"Istri hamba sedang menjenguk orang tuanya Baginda" jawab Abu Nawas

"Kebetulan saya datang ke rumahmu ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup darimu," kata baginda. 

Abu Nawas masih belum mengerti dengan maksud Baginda. Ia hanya berpikir sejenak. Abu Nawas menyadari permintaan Baginda tidak mungkin bisa ditolak. 

Setalah berpikir, akhirnya ia mengerti bahwa kebijaksanaan hanya dapat dipelajari dengan praktik. Baginda juga tidak keberatan menemani Abu Nawas dan melihat perilakunya. 

Dengan demikian, malam itu Baginda tidak kembali ke Istana. Baginda berencana menginap di rumah Abu Nawas. 

Abu Nawas lalu menggosok-gosok sebuah kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya hingga menyala.

"Mengapa api itu engkau tiup Abu Nawas?" tanya Baginda penasaran.

"Agar panas dan lebih besar apinya, Baginda," jawab Abu Nawas.

Setelah api itu membesar, Abu Nawas kemudian memasak sup. Setalah sop itu matang, Abu Nawas menuangkannya ke dalam dua mangkok. la mengambil mangkoknya dan meniup sup tersebut.

"Lalu mengapa sup itu engkau tiup?" tanya baginda lagi. 

"Agar lebih dingin dan enak dimakan, Baginda," jawab Abu Nawas. 

"Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus Baginda mengagetkan Abu Nawas.

"Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu," lanjut Baginda diiringi senyum kecut Abu Nawas. 

Akhirnya, baginda tidak jadi menginap di rumah Abu Nawas. Malam itu juga Baginda memutuskan untuk pulang ke istana diantar Abu Nawas. Di tengah perjalanan, keduanya bicara tentang berbagai hal. 

"Ngomong-ngomong, berapa umurmu, Abu Nawas?" tanya Baginda.

"Empat puluh tahun, Baginda" jawab Abu Nawas. 

"Loh perasaan beberapa tahun yang lalu, engkau menyebut angka yang sama." tanya baginda kembali.

"Hamba konsisten, Baginda," jawab Abu Nawas dengan sedikit tersenyum.

Karena jawaban tersebut, Baginda akhirnya mengakui bahwa Abu Nawas memiliki kecerdasan. Begitu juga akhirnya Baginda sadar telah belajar hidup bijaksana kepada Abu Nawas. []