Rahmah

Cerdas! Begini Trik Abu Nawas Melipatgandakan Hadiah, Perlu Dicoba

Suatu hari, Abu Nawas mengundang Baginda Harun untuk makan bersama di rumahnya.


Cerdas! Begini Trik Abu Nawas Melipatgandakan Hadiah, Perlu Dicoba
Ilustrasi Abu Nawas (Steemit)

AKURAT.CO  Seperti hari-hari sebelumnya, Abu Nawas diperintahkan Baginda untuk menghadapnya di istana kerajaan. Namun kali ini dengan suasana yang berbeda, Abu Nawas dipanggil pada malam hari yang sangat dingin. Di tengah obrolan yang sedang asyik-asyiknya, tiba-tiba Baginda bertanya,

"Wahai Abu Nawas, apakah engkau mau telanjang bulat di atas atap malam ini?" 

"Hmm.. Tergantung pada imbalannya Baginda," jawab Abu Nawas. 

"Oke.. Kali ini engkau akan aku beri 500 dirham jika mampu melaksanakannya," jelas Baginda.

Karena melihat imbalan yang begitu besar, tanpa berfikir panjang, Abu Nawas segera melepaskan bajunya. Sesudah bajunya dilepas, selanjutnya Abu Nawas naik menuju atas atap dan duduk seperti yang diperintahkan Baginda.

Tentu saja, Abu Nawas merasakan rasa dingin yang sangat menusuk kulit. Hingga malam menjelang subuh, Abu Nawas baru turun ke bawah. 

"Mohon ampun Baginda, mana uang yang Baginda janjikan kepadaku?" tanya Abu Nawas. 

"Ohh itu.. Sabar dulu wahai Abu Nawas. Jadi, zemalaman apa yang telah engkau lihat?" tanya raja.

"Hamba tidak melihat apa-apa Tuanku yang mulia. Hanya seberkas cahaya yang terlihat dari kejauhan," jawab Abu Nawas. 

"Wah..  Kalau begitu, engkau tidak berhak untuk mendapatkan imbalan karena engkau telah dihangati oleh cahaya itu," jelas Baginda.

"Loh, bagaimana bisa seperti itu Baginda, karena kedinginan, hamba semalam hampir saja mati," protes Abu Nawas. 

Namun Baginda tidak ingin mendengar protes dari Abu Nawas, lebih dari itu, Baginda justru menyuruh Abu Nawas untuk segera pulang ke rumahnya. Karena tidak mau dianggap melawan titah sang raja, akhirnya Abu Nawas pulang dengan rasa dingin dan sedikit kecewa karena gagal membawa 500 dirham tadi.

Akan tetapi, di tengah perjalanan, Abu Nawas berkata dalam hati, 

"Ada-ada saja. Bagaimana mungkin Baginda ingkar janji. Kalau begitu, aku harus mendapatkan yang semestinya jadi milikku," .

Selang beberapa hari kemudian, Abu Nawas mengundang Baginda Harun untuk jamuan makan bersama di rumahnya. Baginda pun menerima undangan tersebut. 

Keesokan paginya, Abu Nawas sudah tiba di istana dengan tujuan ingin menjemput Baginda bersama dengan rombongan kerajaan. Akan tetapi di tengah perjalanan, Abu Nawas meminta izin kepada Baginda untuk mendahului mereka dengan alasan ada hal yang harus dikerjakan, terutama akan menyiapkan hal penyambutan meriah kepada Baginda dan pejabat kerajaan.

Hingga beberapa saat kemudian, Abu Nawas sudah berada di tempat acara. Di situ, Abu Nawas rupanya menyuruh murid-muridnya agar mempersiapkan segala sesuatu untuk penyambutan Baginda.

Tak lama setelah itu, Raja Harun Ar-Rasyid beserta para rombongan datang. Abu Nawas mulai bercerita macam-macam dengan tujuan agar Baginda menjadi senang. Namun karena keasyikan mengobrol, Baginda Harun terlihat memegangi perut pertanda rasa lapar sudah menjalar di tubuh sang raja.

"Wahai Abu Nawas, mana makanannya?" tanya Baginda.

"Mohon ampun Baginda, harap bersabar sedikit karena apinya lamban sekali panasnya, padahal sejak dari tadi pagi sudah dinyalakan," jawab Abu Nawas. 

"Api jenis apa itu kok lamban sekali panasnya. Coba antar aku ke dapur," tanya Baginda.

Setibanya di dapur, Baginda merasa sangat heran karena ada api namun tidak terlihat makanan yang sedang di masak. 

"Wahai Abu Nawas, mana makanannya?" tanya Baginda kembali.

"Itu Baginda yang mulia, ada di atas dahan pohon," jawab Abu Nawas sambil menunjuk pohon tersebut.

"Wah pantas saja, bagaimana mungkin bisa matang kalau yang dimasak di atas sana sedangkan apinya ada dibawah, itu terlalu jauh jaraknya," kata Baginda merasa heran.

"Sama saja, Baginda dengan kasusku beberapa hari lalu, bagaimana tubuhku ini dihangatkan oleh cahaya yang berada di kejauhan," jelas Abu nawas.

Mendengar penjelasan Abu Nawas membuat Baginda Harun Ar-Rasyid tertawa lebar. Baginda kemudian menyuruh pengawalnya untuk memberikan dua kali lipat dari hadiah yang pernah dijanjikan Baginda yaitu 1000 dirham. []