Ekonomi

CEO Kebab Baba Rafi Akui Pentingnya HAKI Untuk UMKM


CEO Kebab Baba Rafi Akui Pentingnya HAKI Untuk UMKM
FGD bersama Kemenkop UKM dan Para Pelaku UMKM (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Tidak dipungkiri dewasa ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mempunyai peran yang sangat penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia.

Mengingat pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia sekitar tahun 1997 lalu, UMKM tetap bertahan dan menjadi salah satu bentuk usaha yang paling cepat pulih dari krisis ekonomi dibandingkan dengan usaha-usaha skala besar yang banyak tepuruk waktu itu.

Hal ini pun pasalnya dibuktikan oleh Pemerintah Indonesia dengan membentuk wadah secara khusus bagi UMKM di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia. Menurut data empiris menunjukkan bahwa sektor UMKM juga memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia dengan mengatasi masalah pengangguran dan tenaga kerja.

Hal ini tentu berbanding lurus dengan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat, sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil dan memberikan pemasukan devisa bagi negara dengan melakukan kegiatan ekspor karena sejatinya UMKM berada dalam lini usaha.

Apalagi saat ini, kegiatan usaha UMKM juga berkaitan erat dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang muncul dari jenis usaha serta produk-produk yang dihasilkan melalui kegiatan usaha UMKM tersebut.

Langkah ini pun menjadi bahan perhatian tersendiri bagi Nilamsari sang Womanpreneur Kebab Baba Rafi, dimana dirinya menyatakan bahwasanya para pemilik UKM sebaiknya segera memiliki sertifikat HAKI. Terlebih, HAKI ini merupakan salah satu hak ekslusif bagi pemilik nya dan secara hukum sah.

"Jadi apabila ditanyakan kepada diri saya apakah punya sertifikasi HAKI ini penting atau tidak. Ya jelas saya akan menjawabnya sangat penting, karena apabila kita tidak mematenkan produk kita maka akan ada yang mengcopy produk kita lalu mematenkan hal tersebut, kita enggak bisa berbuat apa-apa lagi," ujarnya Nilamsari di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Jadi intinya, lanjutnya, mematenkan suatu produk menurutnya sangatlah penting. Apalagi saat ini pengurusan izin untuk menerbitkan hak paten juga sudah dipermudah oleh banyak kementerian.

Sebagai informasi, Nilamsari merupakan pemilik Kebab Turki Baba Rafi. Perempuan kelahiran Surabaya ini, mulanya merintis bisnis hanya bermodalkan uang Rp4 juta saja. Lokasi untuk berjualan pun masih menggunakan garasi di rumah orang tuanya.

Tapi siapa sangka kini outlet Kebab Baba Rafi sudah tersebar hampir di 1300 titik. Termasuk juga sampai ke beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Cina, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Belanda.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co