News

Cemooh Vaksin, Pria AS Ini Meninggal Usai Sebulan Berjuang Lawan COVID-19

Harmon mengatakan bahwa dia menolak divaksin dengan alasan bahwa keyakinan agamanya akan melindunginya


Cemooh Vaksin, Pria AS Ini Meninggal Usai Sebulan Berjuang Lawan COVID-19
Stephen Harmon mendokumentasikan perjuangannya melawan COVID-19. (CBS)

AKURAT.CO, Seorang pria Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) yang mengolok-olok vaksin COVID-19 di media sosial telah meninggal setelah berjuang melawan virus tersebut selama sebulan.

Stephen Harmon, seorang anggota gereja Hillsong, telah menjadi penentang vokal vaksin. Harmon mengatakan bahwa dia menolak divaksin dengan alasan bahwa keyakinan agamanya akan melindunginya. 

Sebelum kematiannya, dia pernah  membuat serangkaian lelucon tentang pandemi dan vaksin, membagikan meme yang mengatakan bahwa dia mempercayai Alkitab daripada ahli penyakit terkemuka AS, Anthony Fauci. Di media sosial, Harmon memiliki sekitar 7.000 pengikut.

Dikutip dari BBC, ia dirawat karena pneumonia dan COVID-19 di sebuah rumah sakit di luar Los Angeles. Dia meninggal di rumah sakit tersebut pada hari Rabu (21/7).

Beberapa hari menjelang kematiannya, Harmon sempat mendokumentasikan perjuangannya melawan COVID-19. Ia mengunggah foto dirinya saat dirawat di ranjang rumah sakit sembai menyatakan penolakannya untuk prosedur intubasi, yakni memasukkan selang ke dalam bagian tubuh.

"Tolong doa kalian semua, mereka benar-benar ingin mengintubasi saya dan memasangkan saya di ventilator," katanya.

Namun dalam tweet terakhirnya pada hari Rabu, Harmon mengatakan dia telah memutuskan untuk menjalani intubasi.

"Belum tahu kapan bangun, mohon doanya," tulisnya.

Pendiri gereja Hillsong, Brian Houston mengonfirmasi berita kematian Harmon dalam sebuah tweet sehari setelahnya. Ia juga menyampaikan ucapan dukanya sekaligus memberi penghormatan lewat Instagram. Dalam unggahannya, Houston menambahkan bahwa gereja mendorong para anggotanya "untuk mengikuti bimbingan dokter". []