Rahmah

Cemburu yang Dibolehkan dan yang Tidak Dibolehkan Menurut Islam

Cemburu satu sisi baik, namun di sisi lain juga bisa jadi buruk


Cemburu yang Dibolehkan dan yang Tidak Dibolehkan Menurut Islam
Ilustrasi cemburu (INDEPENDENT.CO.UK)

AKURAT.CO Cemburu adalah emosi kompleks yang menimbulkan rasa curiga, marah, takut, atau terhina. Cemburu bisa menyerang orang dari segala usia dan kerap muncul saat seseorang merasa terancam.Tidak sedikit karena masalah kecemburuan, seseorang menjadi frustasi, bahkan bunuh diri. Cemburu merupakan emosi yang benar-benar harus dijaga dan dikendalikan secara baik agar tidak menimbulkan hal-hal lain yang membahayakan.

Dalam Islam, tidak semua cemburu dibolehkan dan tidak semuanya juga dilarang. Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Jabir bin Atiq berikut.

 أَنَّ مِنْ الْغَيْرَة مَا يُحِبّ اللَّه ، وَمِنْهَا مَا يَبْغَض اللَّه : فَأَمَّا الْغَيْرَة الَّتِي يُحِبّ اللَّه فَالْغَيْرَة فِي الرِّيبَة ، وَأَمَّا الْغَيْرَة الَّتِي يُبْغِض فَالْغَيْرَة فِي غَيْر رِيبَة

 

 Artinya: “Sesungguhnya sifat cemburu itu ada yang dicintai oleh Allah dan ada yang dibenci oleh Allah. Adapun cemburu yang disukai adalah cemburu yang berdasarkan curiga (dengan bukti yang jelas). Adapun cemburu yang dibenci adalah cemburu yang tidak didasari dengan bukti yang jelas.”

Melalui hadits di atas, jelas bahwa cemburu yang dibolehkan adalah cemburu yang berdasarkan data dan bukti yang nyata. Sementara cemburu yang tidak boleh ialah cemburu yang tidak didasari bukti. Cemburu kedua ini berbahaya sebab bisa melahirkan fitnah.

Istri Rasulullah Siti Aisyah saja pernah cemburu kepada salah satu istri Nabi yang lain. Kecemburuan Aisyah pernah diungkapkannya dalam sebuah riwayat demikian:

مَا غِرْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنْ نِسَائِهِ، مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ لِكَثْرَةِ ذِكْرِهِ إِيَّاهَا وَمَا رَأَيْتُهَا قَطُّ

Artinya: “Tidaklah aku cemburu kepada salah seorang istri-istri Nabi SAW sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya” (HR Muslim).

Semoga sahabat-sahabat Akurat dapat mengontrol emosi kecemburuan, agar tidak menjadi boomerang bagi sahabat sendiri di masa yang akan datang. Amin.[]

Sumber: NU Online