News

Cemburu, Seorang Pemulung Bunuh Istrinya Menggunakan Golok


Cemburu, Seorang Pemulung Bunuh Istrinya Menggunakan Golok
Ilustrasi - Penjara (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Warga di Kontrakan Vietnam, Jalan Flamboyan, Pamulang, Tangerang Selatan, digegerkan dengan pembunuhan sadis yang dilakukan oleh Hermanto (62) terhadap istrinya bernama Rosmiati (42), Senin (9/12/2019) sekira pukul 23.30 WIB. Pelaku membunuh korban dengan menggunakan sebilah golok secara membabi buta.

Salah satu penghuni kontrakan Deni mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku yang berprofesi sebagai pemulung ini pulang bekerja. Dia mendapati istri tengah sibuk memainkan telepon selular.

Di dalam rumah kontrakan petak yang disewanya, Hermanto tiba-tiba terlibat cekcok mulut dengan Rosmiati. Pelaku yang naik pitam itupun dengan tega mengambil sebilah golok dan menghujamkannya ke arah wajah dan leher istrinya.

"Tetangga sempat mendengar teriakan dari dalam rumah kontrakan. Begitu dilihat, ibu Ros sudah terkapar bersimbah darah diatas kasur. Warga langsung bawa ke rumah sakit," ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Pernikahan yang telah dibina selama 7 tahun seketika kandas. Rosmiati merenggang nyawa usai dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sementara itu Hermanto langsung melarikan diri di kerumunan warga yang panik atas peristiwa tersebut.

Polsek Pamulang yang menangani kejadian tersebut kemudian membawa jasad Rosmiati ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Dalam waktu tiga jam, tim buser akhirnya mengamankan Hermanto di rumah anaknya di daerah Rawa Kalong Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

"Motif dugaannya karena cemburu. Jadi pelaku menyerang istrinya menggunakan golok. Korban meninggal dunia sekarang sedang mau diotopsi," kata Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Totok Riyanto.

Kepada polisi, Totok menambahkan, pelaku mengaku kesal istri diduga menjalin hubungan dengan pria lain. Cemburu buta membuat kedua terlihat cekcok mulut.

"Mereka sudah sering bertengkar. Pelaku cemburu istrinya sering komunikasi dengan pria lain," jelasnya.

Hingga saat ini, Hermanto masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pamulang. Ia terancam dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Masih diperiksa sambil menunggu autopsi," tutupnya.[]