News

Cek Fakta! Benarkah Maskapai Rusia Diperintah Setop Jual Tiket pada Warga yang Ingin Kabur Perang?

Kabar ini langsung muncul setelah Putin mengumumkan akan terus menarik 300 ribu tentara cadangan. 


Cek Fakta! Benarkah Maskapai Rusia Diperintah Setop Jual Tiket pada Warga yang Ingin Kabur Perang?
Perintah mobilisasi Rusia sejak Perang Dunia Kedua telah memicu protes, gelombang eksodus, hingga pertikaian emosional di pusat-pusat wajib militer (The Guardian) ()

AKURAT.CO Sejak Kremlin mengumumkan perintah mobilisasi parsial, mengerahkan ratusan ribu prajurit cadangan untuk berperang di Ukraina, huru-hara meletus di Rusia. 

Pada Rabu (21/9), Presiden Vladimir Putin mulai mengumumkan perintah itu, dan menjadi mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia Kedua. Putin juga telah memperingatkan Barat bahwa dia tidak menggertak ketika dia mengatakan siap menggunakan senjata nuklir untuk membela negaranya.

Namun, segera setelah pidato itu, protes massal pecah, dengan warga menyerukan anti-perang dan menolak mobilisasi. Bersamaan dengan itu, gelombang eksodus warga Rusia yang melarikan diri terjadi.

baca juga:

Dilaporkan beberapa pria Rusia dengan cepat menuju perbatasan setelah Putin memerintahkan mobilisasi. Lalu lintas di perlintasan perbatasan dengan Finlandia dan Georgia melonjak, dengan harga tiket pesawat dari Moskow meroket di atas US 5 ribu untuk sekali jalan. Bahkan, sebagian besar tiket telah terjual habis untuk beberapa hari mendatang.

Grup media sosial telah muncul dengan saran tentang cara keluar dari Rusia. Sebuah situs berita dalam bahasa Rusia juga sampai memberikan daftar 'ke mana harus melarikan diri dari Rusia'.

Setelah itu, kabar viral muncul, mengatakan bahwa maskapai Rusia diperintah untuk berhenti menjual tiket pada pria-pria Rusia usia 18-65 tahun.

Namun apa kabar itu benar?

AKURAT.CO pada Jumat (23/9) mengutip Reuters mengungkap bahwa tidak ada bukti yang ditemukan bahwa maskapai Rusia telah diperintah untuk menyetop penjualan tiket.

"Reuters tidak menemukan bukti bahwa maskapai Rusia telah diperintahkan untuk berhenti menjual tiket kepada pria Rusia berusia 18 hingga 65 tahun," tulis Reuters dalam laporannya.

Klaim soal penjualan tiket menyebar tidak hanya di media sosial, tetapi juga sejumlah media. Kabar ini langsung muncul setelah Putin mengumumkan akan terus menarik 300 ribu tentara cadangan. 

Pria dan wanita berusia 18 hingga 60 tahun secara teoritis dapat dipanggil sebagai cadangan menurut undang-undang Rusia, tergantung pada pangkat mereka.

Reuters melaporkan bahwa penerbangan satu arah dari Rusia memang terjual habis dengan cepat dan harga meroket setelah pengumuman Putin. Pidato tentang mobilisasi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa beberapa pria dengan usia layak tempur tidak akan diizinkan meninggalkan negara itu.

Namun, pada publikasi artikel ini, tidak ada bukti bahwa pembatasan penerbangan semacam itu saat ini berlaku di negara tersebut.

Reuters melaporkan pada Rabu bahwa kepala badan pariwisata Rusia mengatakan sejauh ini tidak ada pembatasan yang diberlakukan untuk bepergian ke luar negeri.  Dan Aeroflot, maskapai pembawa bendera Rusia, mengatakan tidak membatasi penjualan tiket. 

Mengutip pesan di 'saluran telegram Aviatorism', Politico juga melaporkan bahwa Aeroflot dan S7, maskapai Rusia lainnya, tidak memberlakukan pembatasan apa pun pada penjualan tiket setelah pengumuman mobilisasi.

Beberapa pengguna media sosial sebelumnya membagikan sebuah artikel yang diterbitkan oleh situs web AIRLIVE, atau tangkapan layarnya, pada 21 September 2022. 

Artikel tersebut mengeklaim perjalanan udara untuk pria berusia 18 hingga 65 tahun akan dikenakan 'persetujuan untuk bepergian dari Kementerian Pertahanan'. Sementara, AIRLIVE mengatakan kepada Reuters bahwa artikel tersebut didasarkan pada postingan Telegram dari akun Israel, yang merupakan salinan dari tweet terpisah, yang keduanya berbunyi, '#BREAKING: Akun media sosial di Rusia: Kereta Api Rusia dan maskapai penerbangan menolak menjual tiket kepada pria berusia 18-65 tahun'.

Kesimpulan

Tidak ada bukti bahwa maskapai Rusia diperintah untuk berhenti menjual tiket kepada pria Rusia berusia 18 hingga 65 tahun sejak artikel ini ditulis. Reuters melaporkan bahwa kepala badan pariwisata Rusia mengatakan sejauh ini tidak ada pembatasan yang diberlakukan untuk bepergian ke luar negeri.[]