News

Cegah Pungli, Fadil Imran Cs Bakal Bumi Hanguskan Perusahaan Berkedok 'Pengamanan'

Polisi mengamankan sedikitnya 24 preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.


Cegah Pungli, Fadil Imran Cs Bakal Bumi Hanguskan Perusahaan Berkedok 'Pengamanan'
Polda Metro Jaya

AKURAT.CO, Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan sedikitnya 24 preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menerangkan, 24 preman yang diamankan tergabung dalam empat kelompok jasa pengamanan dan pengawasan. Para pelaku memiliki perusahaan tersendiri yang sudah berjalan cukup lama.

"Operasi perusahan ini beragam dan sudah cukup lama mereka beroperasi. Kemudian dilihat dari tindakan mereka menggaet beberapa perusahaan dengan jumlah rupiah yang cukup besar," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).

Fadil mengatakan, perusahaan jasa keamanan tadi diisi preman-preman yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh karena itu, Fadil mengancam akan menindak tegas perusahaan serupa yang masih berjalan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Jadi kita minta, lebih baik perusahan itu aktivitas tolong segera dihentikan. Karena kalau tidak pasti kita kejar sampai tuntas," tegasnya. 

Penindakan perusahaan preman berkedok jasa pengamanan terungkap setelah para sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok mengeluh kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Lalu, Presiden menginstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyelesaikannya. 

Menindaklanjuti arahan Presiden, Kapolri membentuk tim untuk menangkap para pelaku pungli.

"Dari hasil pembentukan tim oleh Kapolri, kita mengamankan sebanyak 50 orang dari empat titik yang berbeda," tutur Fadil.

"Saya sudah katakan awal ini baru dipermukaan, masih ada modus - modus yang lain. Salah satu yang diamankan oleh polisi," ungkap Fadil.

Selain itu, kata Fadil, pungli juga sering dilakukan di luar wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Para preman tergabun dalam badan usaha.

"Badan usaha ini dibentuk oleh mereka, yang terdiri dari badan usaha pengamanan dan pengawalan. Namun, sebenarnya badan usaha ini cuma untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan," jelas Fadil. 

Fadil menambahkan, tujuan badan usaha ini hanya ingi memasang stiker kepada truk kontainer. 

"Kalau truk kontainer tidak mau dipasang stiker, Asmoro - asmoro ini atau preman - preman dikerahkan untuk menganggu dengan cara pemerasan atau perampasan barang milik sopir truk kontainer," tutupnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co