News

Cegah Polarisasi, Pengamat ini Dorong Pilpres Diikuti 4 Pasangan Calon

Tidak adalagi isu SARA lagi, tidak isu agama lagi,  terjadi polarisasi lagi


Cegah Polarisasi, Pengamat ini Dorong Pilpres Diikuti 4 Pasangan Calon
Pengamat politik Ujang Komarudin saat berbincang bersama awak redaksi AKURAT.CO di kawasan Patal Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mendorong agar kandidat pemilihan presiden (Pilpres) 2024 bisa menjadi tiga hingga empat calon kandidat.

Sebab menurutnya, momentum itu bisa dijadikan ajang untuk adu gagasan, ide, visi dan program yang harus dikembangkan dan dibangun untuk pemerintahan Indonesia kedepan.

"Pilpres sebelumnya kan dua pasang. Lalu terjadi polarisasi, nah kita kan tidak ingin seperti itu," ungkap Ujang, dikutip dari siaran akun youtubenya, Minggu (3/7/2022).

baca juga:

"Tetapi apakah nanti terjadi atau tidak, kita dorong kesana, agar apa? Agar tidak adalagi isu SARA, tidak isu agama lagi, tidak terjadi polarisasi lagi," sambungnya.

Dia mengusulkan agar masyarakat dapat mendorong para elite politik dari sejumlah partai politik agar berkeinginan mengusung hingga tiga sampai empat pasangan calon kandidat di Pilpres 2024.

"Dan kita rakyat Indonesia juga banyak pilihan itu. Bahwa dari 270 juta jiwa rakyat Indonesia lebih, masa sih calon presidennya itu saja. Masa tidak ada pilihan yang lain soalnya itu," katanya.

Oleh karena itu, Ujang mendorong agar anak bangsa siapapun yang berprestasi untuk ikut serta menjadi Capres-Cawapres.

"Metinya porosnya bisa tiga atau empat gitu, jangan lagi dua  poros yang saling berhadap-hadapan lagi. Kalau tidak ada gelombang ombak pemecah ketika ini saling serang," pungkasnya.[]