News

Cegah Penularan Covid-19, Gerindra: Jumlah Vaksinasi Perlu Ditingkatkan

Menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh


Cegah Penularan Covid-19, Gerindra: Jumlah Vaksinasi Perlu Ditingkatkan
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani (AKURAT.CO/Melly Kartika Adelia)

AKURAT.CO, Peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia belakangan cukup signifikan. Untuk itu Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta pemerintah meningkatkan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat di seluruh daerah di Indonesia, terutama di daerah zona merah COVID-19 sebagai upaya menekan penularan di daerah tersebut.

"Selain mentaati protokol kesehatan, upaya meningkatkan jumlah vaksinasi juga penting dilakukan kepada masyarakat guna menekan angka penularan virus," jelas Muzani sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO, Selasa (15/6/2021).

Menurut Muzani, menurunnya kesadaran masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan itu karena adanya rasa jenuh yang berkepanjangan. Namun demikian, Muzani mendorong semua pihak untuk kembali mentaati protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari.

"Kita sadar masa pandemi ini membuat kita jenuh. Memakai masker setiap hari, tidak boleh berkerumun, semua aktivitas dibatasi dengan alasan protokol kesehatan, yang pada akhirnya membuat kita jenuh," ujarnya.

"Meski demikian, kita harus sadar bahwa keselamatan kita semua dijamin oleh kedisiplinan mentaati protokol kesehatan. Jadi saya imbau semua pihak mulai dari tingkat pusat, daerah, desa-desa, RT RW hingga tingkat keluarga untuk kembali sadar bahwa betapa pentingnya mentaati prokes," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Di sisi lain Muzani juga menilai, peningkatan jumlah positif COVID-19 di beberapa provinsi di Indonesia juga disebabkan melemahnya kontrol dari pemerintah pusat. Guna meningkatkan kontrol itu, maka pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi agar bisa menekan angka penularan di daerah masing-masing.

"Dengan sinergisitas itu maka diharapkan penularan covid bisa kita tekan. Misalnya dengan mendirikan kembali pos-pos satgas covid di perbatasan antar provinsi, kota dan kabupaten. Termasuk pengawasan protokol kesehatan yang ketat di pusat-pusat keramaian seperti di pasar tradisional, di mal-mal, di perkantoran, dan juga di tempat-tempat wisata," pungkasnya.[]