News

Cegah Penembakan Massal, Senat AS Setujui RUU Kontrol Senjata Api

Joe Biden meminta DPR untuk cepat menyerahkan kepadanya agar bisa segera disahkan sebagai UU.


Cegah Penembakan Massal, Senat AS Setujui RUU Kontrol Senjata Api
Lebih dari 20.800 orang telah tewas akibat kekerasan senjata di AS sepanjang tahun ini, termasuk melalui pembunuhan dan bunuh diri, menurut kelompok riset nirlaba Arsip Kekerasan Senjata. (NBC News)

AKURAT.CO Senat Amerika Serikat (AS) menyetujui RUU kekerasan senjata pada Kamis (23/6). Ini menjadi tanggapan terbesar Kongres dalam beberapa dekade untuk mengekang penembakan massal.

Dilansir dari The Independent, 15 anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung RUU tersebut, sehingga menghasilkan 65 banding 33 suara. Kebijakan diambil beberapa pekan setelah penembakan massal di Uvalde, Texas, dan Buffalo, New York, yang menewaskan lebih dari 30 orang, termasuk 19 anak-anak.

Kebijakan USD 13 miliar (Rp192 triliun) itu mencakup pemeriksaan latar belakang yang lebih ketat untuk pembeli senjata muda dan program untuk keselamatan sekolah, kesehatan mental, dan pencegahan kekerasan. RUU ini juga mendesak negara bagian untuk mengadopsi UU 'bendera merah' yang memudahkan otoritas untuk mengambil senjata dari orang-orang yang dianggap berbahaya.

baca juga:

RUU tersebut juga menutup 'celah pasangan' dengan menolak pembelian senjata bagi mereka yang dihukum atas kekerasan terhadap pasangan kencan maupun pasutri.

"Keluarga di Uvalde dan Buffalo, dan terlalu banyak penembakan tragis sebelumnya, telah menuntut aksi. Dan malam ini, kami beraksi," tutur Presiden AS Joe Biden.

Ia pun meminta DPR untuk cepat-cepat menyerahkan RUU itu kepadanya.

"Anak-anak di sekolah dan masyarakat akan lebih aman karenanya," sambungnya.

RUU ini kini akan dikirim ke DPR. Ketua DPR Nancy Pelosi pun diharapkan segera memprosesnya. Setelah disahkan oleh DPR, Biden akan menandatanganinya, sehingga menjadi UU.

Meski dipandang sebagai arah yang benar untuk mencegah lebih banyak kekerasan terkait senjata api, UU ini tak mencakup pengendalian senjata yang lebih luas, seperti larangan senapan serbu atau magasin berkapasitas tinggi.

"Ini bukanlah obat untuk semua kekerasan senjata yang memengaruhi bangsa kita. Namun, ini adalah langkah ke arah yang benar yang sudah lama tertunda," puji Pemimpin Senat Mayoritas Chuck Schumer.

Sementara itu, menurut Pemimpin Senat Minoritas Mitch McConnel, rakyat AS ingin hak konstitusionalnya dilindungi sekaligus anak-anak mereka aman di sekolah.

"Mereka menginginkan keduanya sekaligus dan itulah yang akan dicapai oleh RUU yang disetujui Senat," ungkapnya.

Lebih dari 20.800 orang telah tewas akibat kekerasan senjata di AS sepanjang tahun ini, termasuk melalui pembunuhan dan bunuh diri, menurut kelompok riset nirlaba Arsip Kekerasan Senjata.[]