News

Cegah Lonajakan Kasus COVID-19, Pemkab Kalteng Siapkan Tempat Karantina

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan tempat karantina bagi masyarakat yang terpapar COVID-19


Cegah Lonajakan Kasus COVID-19, Pemkab Kalteng Siapkan Tempat Karantina
Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia mengikuti senam dan berjemur di bawah sinar matahari saat menjalani karantina di Pangkalan Udara Militer (Lanud) Soewondo Medan, Sumatera Utara, Sabtu (11/4/2020). Sebanyak 513 TKI yang berasal dari berbagai daerah di Sumut dan sekitarnya yang menjalani proses karantina COVID-19 sementara tersebut saat ini kondisi kesehatannya baik dan tidak ada menunjukan gejala infeksi seperti demam, batuk dan sesak nafas. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

AKURAT.CO, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan tempat karantina bagi masyarakat yang terpapar COVID-19 untuk melaksanakan isolasi mandiri.

"Sekarang saya minta bupati dan wali kota agar ke depan tidak ada isolasi mandiri oleh masyarakat, yang ada karantina yang disiapkan pemerintah," kata Sugianto di Palangka Raya, Kamis (20/05/2021).

Terkait hal tersebut, pihaknya meminta masing-masing pemerintah kabupaten dan kota untuk benar-benar mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana karantina terkait COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan, terkait upaya menekan penerapan isolasi mandiri masing-masing daerah tentu menyediakan fasilitas untuk karantina bagi mereka yang terpapar COVID-19.

"Beberapa kabupaten dan kota kan sudah siap, yang dikelola pemerintah kota seperti di hotel, Sampit ada di kawasan Islamic Center dan lainnya," jelasnya.

Untuk itu ia menegaskan, harus ada pembagian kerja, untuk operasional di lapangan menjadi tugas dari pemerintah kabupaten dan kota, sedangkan dukungan logistik pemerintah provinsi yang akan bantu.

"Sampai saat ini masih ada (isolasi mandiri), tapi kedepan kami harapkan terpusat semua. Kalau memungkinkan dimuat, terpusat semua," kata dia.

Namun apabila nantinya mengalami keterbatasan tentu akan dikoordinasikan dan menurutnya bergantung pada kreativitas para petugas di lapangan.

"Misalnya gedung sekolah masih ada yang belum terpakai, bisa dibuat menjadi tempat karantina," ungkapnya.

Penerapan isolasi mandiri terhadap masyarakat yang terpapar COVID-19 harus didukung dengan komitmen dari mereka yang menjalankan hal itu, agar tetap berada di tempat dan tak berkeluyuran.

Sebelumnya, salah satu kondisi pelanggaran tersebut, diketahui terbukti ada penderita COVID-19 keluyuran dan mengabaikan protokol kesehatan di Kabupaten Kotawaringin Timur,

"Itu memang terjadi. Saat kami cek ke rumahnya, tidak ada. Ternyata dia keluar rumah, padahal dia sedang menjalani isolasi mandiri karena positif terpapar COVID-19," kata Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur.

Dikonfirmasi usai mengikuti rapat evaluasi penanganan COVID-19 secara virtual yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Jakin tidak menampik temuan itu. Dia mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut karena sangat rawan memicu peningkatan penularan COVID-19.

Salah satu temuan di lapangan yaitu saat mereka memantau salah satu penderita COVID-19 di Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang yang sedang menjalani isolasi mandiri. Saat didatangi, ternyata orang tersebut sedang pergi ke Kecamatan Kota Besi.

Tindakan pelanggaran protokol kesehatan tersebut sangat membahayakan. Penderita COVID-19 tersebut sangat rawan menularkan virus mematikan itu kepada orang lain ketika dia berinteraksi.[]

Sumber: ANTARA