Tech

Cegah Cyberbullying dengan Jadikan Rumah Sebagai Tempat Curhat

Orang tua harus lebih dulu mencontohkan kepada anak terkait aktivitas di media sosial seperti siapa yang diikuti, apa yang di-like, dsb.


Cegah Cyberbullying dengan Jadikan Rumah Sebagai Tempat Curhat
Ilustrasi serangan siber menargetkan Olimpiade (REUTERS)

AKURAT.CO Perundungan di dunia maya (cyberbullying) makin marak terjadi di tengah kemajuan teknologi informasi. Perilaku negatif ini bahkan sering menyerang anak-anak, termasuk ketika bermain game online.

Anggota RTIK Surabaya, Beritahu.co, Ika Chairani, mengatakan bahwa orang tua harus selalu mengayomi anak-anak. Sekarang banyak orang tua yang pulang ke rumah langsung buka laptop atau pegang handphone untuk bekerja. Padahal, mereka seharusnya bertanya kepada anak terkait kabar sekolah, ada pekerjaan rumah atau tidak, hingga apa saja yang dilakukan seharian.

"Lebih baik pekerjaan jangan dibawa ke rumah karena anak-anak butuh rumah yang nyaman untuk curhat. Korban cyberbullying hampir sama dengan bullying," kata Ika saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (21/9/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

baca juga:

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan. We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna dengan 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Orang tua, lanjut dia, juga harus lebih dulu mencontohkan kepada anak terkait aktivitas di media sosial. Siapa yang diikuti, apa yang like, bagaimana berkomentar, hingga selalu mendampingi anak bermedia sosial.

"Kita ikuti apa yang diikuti anak di media sosial. Tahu teman-teman media sosial. Selalu edukasi kalau tidak suka atau nyaman lebih baik unfollow," kata Ika.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital: Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pengusaha, Digital Trainer, Graphologist, Diana Aletheia Balienda; Anggota RTIK Surabaya, Beritahu.co, Ika Chairani; serta Dosen dan RTIK Tulungagung, Mokhamad Eldon SE.,MM.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi