News

Cegah COVID-19, Wali Kota Samarinda Batasi Aktivitas Kafe

Cegah COVID-19, Wali Kota Samarinda Batasi Aktivitas Kafe
Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Instagram/ @renggaadep)

AKURAT.CO, Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun mengeluarkan instruksi pembatasan aktivitas kafe di sepanjang tepian Sungai Mahakam dalam upaya pencegahan COVID-19 di wilayah setempat.

Andi Harun mengatakan di kawasan tepian Sungai Mahakam tersebut diharapkan tidak ada kegiatan sejak pukul 19.30 hingga 04.00 wita dan peraturan akan diberlakukan mulai 15 Mei 2021.

"TNI-Polri Kota Samarinda akan melakukan penertiban dan penutupan sementara aktivitas kafe, warung kopi, hiburan, wisata dan/atau kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan di kawasan tepian Mahakam pada malam hari sejak pukul 19.30 dan 04.00 wita," kata Andi Harun di Samarinda, Selasa,(18/5/2021).

baca juga:

Tidak hanya itu, sejumlah tempat lain juga menjadi sasaran penertiban dan akan dilakukan pengawasan ketat hingga penutupan sementara jika terbukti tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Seperti kafe, warkop, restoran, warung makan, mall, tempat wisata, tempat hiburan malam, KTV, kegiatan masyarakat di penginapan atau hotel dan tempat sejenisnya," ujarnya.

Sejumlah tempat yang telah mendapatkan sanksi penutupan dapat dibuka kembali setelah mendapatkan izin dari Ketua Satgas COVID-19 19 Samarinda.

"Tentunya dengan alasan yang jelas yakni pertimbangan pemilik usaha menyatakan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan secara ketat," jelas Andi Harun.

Andi Harun mengaku tidak mau mengambil resiko adanya lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Kota Samarinda yang sudah mulai menurun.

Diketahui kawasan tepian Sungai Mahakam khususnya di sepanjang jalan Gajah Mada Samarinda sudah cukup lama beroperasi puluhan kafe ketika memasuki petang hingga malam hari.

Sebelum bencana pandemi COVID-19 di kawasan tersebut menjadi alternatif warga Samarinda untuk mencari hiburan murah, yakni menikmati pemandangan Sungai di depan kawasan perkantoran Kantor Gubernur Kaltim.

Memasuki massa pandemi masyarakt yang berkunjung ke lokasi tersebut mulai berkurang, namun demkian aktivitas kafe dan sejumlah pedagang kali lima masih bertahan berjualan di lokasi tersebut. []

Sumber: ANTARA