News

Cegah Corona, Lapas Ini untuk Sementara Tak Terima Tahanan Baru sampai Berlakukan WFH Bagi Staf


Cegah Corona, Lapas Ini untuk Sementara Tak Terima Tahanan Baru sampai Berlakukan WFH Bagi Staf
Ilustrasi Penjara (AKURAT.CO/Lukman Hakim)

AKURAT.CO, Dalam upaya pencegahan penanganan dan penyebaran virus corona, petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jambi melakukan berbagai upaya, di antaranya sementara ini tidak menerima tahanan baru dan tidak membuka jam kunjungan keluarga.

Selain itu tidak menerima tahanan baru, juga meniadakan apel pagi dan siang bagi pegawai sebagai bagian dari sosial distancing.

Kepala Lapas Kelas II A Jambi, Yusran Saad, menambahkan jam besuk ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Di Lapas Jambi sekarang telah memberlakukan sistem work from home bagi staf dan piket diatur dari masing-masing seksi dan bagian untuk melaksanakan tugas di kantor dan sebagian melaksanakan tugas di rumah.

Ketentuan absensi wajib diisi melalui Simpeg dan bagi yang memiliki pekerjaan rutin serta tidak bisa ditinggalkan diizinkan untuk tetap bekerja di kantor.

Untuk regu jaga, diatur sedemikian rupa sehingga dalam sehari hanya ada regu pagi dan regu malam. Dengan harapan mengurangi frekuensi keluar masuknya manusia ke dalam lapas. Bagi petugas jaga juga wajib menggunakan APD minimal sarung tangan plastik dan masker.

Yusran memberikan pemahaman dan sekaligus menginstruksikan kepada petugas lapas, kesehatan dan petugas pengamanan agar membimbing sekaligus memberi petunjuk arah yang jelas dan proses bagi siapa pun yang akan masuk ke dalam lapas dengan melalui prosedur.

Kemudian untuk proses pelimpahan tahanan tahap dua (P21) hanya dilakukan di dalam lapas, antara penyidik dan penuntut. Menunda sementara pengeluaran tahanan untuk kepentingan rekonstruksi, pemusnahan barang bukti dan lainnya. Melaksanakan sidang dengan menggunakan sarana video conference atau teleconference melalui aplikasi yang tersedia dengan menyiapkan ruang sidang sebanyak empat ruang di dalam lapas.

Warga binaan diberi kesempatan dan fasilitas olahraga mandiri dengan memanfaatkan sarana yang ada, menjaga kecukupan makan dengan menjaga ketersediaan makan, memberikan kesempatan menerima kiriman makan dari keluarga setelah menjalani pemeriksaan petugas dan pengaturan penerimaan dan pendistribusian dengan memperhatikan SOP yang berlaku serta menyiapkan sarana komunikasi melalui wartel dan empat buah PC untuk video call, tanpa dipungut biaya.

Kepada WBP juga diwajibkan membersihkan dan mempersiapkan sarana ibadah dengan baik, melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala ke dalam blok hunian dan lingkungan sekitar blok hunian serta lingkungan kantor dan seluruh tempat yang sering dilalui oleh manusia.

Juga melakukan penjemuran kasur dan sarana tidur serta pakaian setiap hari secara bergantian. []

Sumber: Antara