Lifestyle

Cegah Corona, Jangan Makan dan Minum Serta Berbicara di Transportasi Umum


Cegah Corona, Jangan Makan dan Minum Serta Berbicara di Transportasi Umum
Penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line saat menaiki kereta di Stasiun Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (24/6/2020). PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) mendesak para pelaku usaha, kantor-kantor, dan berbagai instansi untuk mengikuti Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja. Hal itu dilakukan untuk menekan pelonjakan jumlah penumpang KRL di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad yurianto, mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas seperti makan maupun berbicara selama berada di kendaraan umum.

"Kita mengingatkan bahwa sepanjang perjalanan di transportasi massal di kereta misalnya atau di bus, tetap menggunakan masker dan diupayakan untuk tidak mengadakan pembicaraan sama sekali, apalagi makan dan minum," ungkap dr. Achmad Yurianto dalam update data COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu, (19/7).

Tetap mengenakan masker, tidak berbicara dan makan maupun minum di transportasi umum bertujuan untuk mencegah percikan droplet saat berbicara, batuk maupun bersin, sehingga sangat beresiko untuk terjadinya penularan.

Cegah Corona, Jangan Makan dan Minum Serta Berbicara di Transportasi Umum - Foto 1
Achmad Yurianto. Tangkapan Layar Live Youtube BNPB

Menurut Yuri, jika terpaksa harus berbicara, sebaiknya tetap masker jangan dicopot dan jaga jarak aman, tetapi lebih baik tidak berbicara sama sekali. Menurutnya, kasus konfirmasi positif tanpa gejala atau asimtomatis ini akan bisa menjadi sumber penularan yang hebat.

"Oleh karena itu, menggunakan masker, menjaga jarak, diupayakan untuk tidak berbicara selama berada di kendaraan umum, tidak makan dan tidak minum ini menjadi penting," tambahnya.

Hal seperti ini menjadi penting untuk disampaikan mengingat kasus COVID-19 di Indonesia jumlahnya belum bisa terkendalikan dan menghadirkan kasus baru yang cukup tinggi setiap harinya.

dr. Achmad Yurianto merasa masih banyak masyarakat yang merasa biasa-biasa saja dengan situasi pandemi COVID-19, sehingga abai menerapkan protokol kesehatan.

“Kita masih memperhatikan banyak sekali yang belum secara disiplin dan konsisten menggunakan masker dan jaga jarak, ini yang menjadi salah satu penyebab penambahan kasus akan terus menerus terjadi,” imbuh Yuri.

Untuk itu, Yuri kembali mengingatkan agar protokol Kesehatan dijalankan dengan semaksimal mungkin dengan mengenakan masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak aman 1-2 meter dengan orang lain serta hindari kerumunan.[]