News

Cegah Bencana, BPBD Banjarnegara Imbau Warga Intensifkan Ronda Malam

Ronda malam di kawasan Banjarnegara penting digelar agar bisa memberi peringatan bagi warga yang tertidur bila terjadi bencana


Cegah Bencana, BPBD Banjarnegara Imbau Warga Intensifkan Ronda Malam
Ilustrasi - Bencana Longsor (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

AKURAT.CO Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, mengimbau warga di wilayah setempat untuk memperkuat kegiatan ronda malam saat musim hujan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

"Kami mengimbau warga khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk memperkuat kegiatan ronda malam, khususnya di wilayah yang rawan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto di Banjarnegara, Sabtu (31/10/2020).

Dia menjelaskan dengan adanya ronda malam maka diharapkan warga akan dapat menyebarluaskan informasi ke seluruh desa dengan cepat apabila tiba-tiba terjadi bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir ataupun angin kencang.

"Dengan demikian kegiatan peringatan dini dan penyebarluasan informasi antarsesama warga akan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Dia mengatakan kegiatan ronda malam perlu diperkuat terutama saat terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dan juga dengan durasi yang lama.

"Hujan deras dengan durasi yang lama dikhawatirkan akan dapat memicu terjadinya bencana longsor, banjir ataupun angin kencang," katanya.

Dia juga mengimbau kepada warga yang tinggal di wilayah perbukitan yang rawan longsor untuk segera mengungsi untuk sementara waktu ke rumah kerabat atau ke tempat yang lebih aman saat terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama.

Sementara itu pihaknya terus mengintensifkan pemantauan di wilayah rawan longsor menyusul peningkatan curah hujan di wilayah setempat.

"Setiap saat kita lakukan pemantauan, baik patroli langsung maupun komunikasi dengan ujung tombak informasi dan relawan di desa khususnya yang rawan longsor," katanya.

Dia menjelaskan hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dan mitigasi atau pengurangan risiko bencana tanah longsor.

"Kami juga terus memperkuat sinergi dengan jaringan relawan dan menyiagakan personel agar selalu siaga jika terjadi suatu bencana meskipun harapannya adalah Banjarnegara tetap aman dan tidak terjadi bencana," katanya.

Dia juga mengimbau warga untuk tidak panik, namun perlu tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Dia mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Kabupaten Banjarnegara telah memasuki musim hujan sejak bulan Oktober 2020.

Upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan pada saat ini.[]