Ekonomi

Cecar Erick dan Bahlil Soal Pendirian Pabrik Semen di Kalimantan, Andre: Untuk Siapa?

Anggota Komisi VI DPR RI mencecar Menteri Investais Bahlil Lahadalia soal izin impor dan pembangunan pabrik semen baru di Kalimantan.


Cecar Erick dan Bahlil Soal Pendirian Pabrik Semen di Kalimantan, Andre: Untuk Siapa?
Wakil Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat ditemui usai sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9). (AKURAT.CO/Khalishah Salsabila)

AKURAT.CO, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mempertanyakan tujuan rencana Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang akan membuka izin impor dan membangun pabrik baru dengan kapasitas 12 juta ton di Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu dilontarkan Politisi Partai Gerindra itu lantaran berdasarkan data yang diperolehnya dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI) yang dikoordinasikan bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Pasalnya konsumsi semen di Kalimantan hanya 4 juta ton per tahun padahal kapasitas produksi semen disana sekitar 10,3 juta ton sehingga akan ada over supply 6 juta ton.

Ia pun mengatakan di Kalimantan ada pabrik semen mili Indocement dan Conch. Ada pula semen mill, penggilingan dan juga packing plan punya Tonasa, Bosowa dan lain-lain.

"Jadi Pak Bahlil mau produksi pabrik semen baru di Kalimantan 12 juta ton, pertanyaan saya untuk siapa?," tegasnya dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian BUMN, Rabu (22/9/2021). 

Selanjutnya Andre juga mengungkapkan bahwa kapasitas produksi semen di Indonesia sebanyak 116 juta hingga 120 juta ton, sementara konsumsi dan ekspor hanya 70 juta ton. Sehingga akan ada kelebihan supply hampir 50 juta ton, padahal utilisasi pabrik hanya 60 persen.

Ia pun mengutip data yang sama bahwa pertumbuhan industri semen sampai 2025 hanya 4 persen. Otomatis utilisasi sampai 2025 hanya 78 persen dan diprediksi sampai 2030 tidak perlu bangun pabrik semen baru.

"Pertanyaan saya ke pak menteri izin pabrik semen baru di Kalimantan itu untuk siapa? Lalu untuk ekspor ke siapa? China, Thailand, Vietnam semuanya oversupply. Akhirnya ujung-ujung, pengawasan kita lemah, akhirnya dibanjirilah Indonesia kembali. Habis seluruh industri," jelas Andre.

"Nah pertanyaan saya mohon maaf ya kepada menteri-menteri yang ada di kabinet Jokowi, izin pabrik semen baru di Kalimantan untuk siapa? Kalau dibilang untuk ekspor, ekspor ke siapa? Di China orang oversupply, Thailand, Vietnam semua over supply, ekspor kesiapa? Akhirnya ujungnya, mohon maaf pengawasan kita lemah akhirnya di banjiri lah, Indonesia kembali. Habis tuh industri, Semen Bosowa, Semen Tonasa yang dibawah Kementerian BUMN, Semen Kupang, Indocement juga hampir semua gulung tikar," urainya lebih lanjut.