Rahmah

Catat! Rasulullah Ingatkan Pentingnya Menjaga Amanah

Menjaga amanah jadi ciri orang beriman

Catat! Rasulullah Ingatkan Pentingnya Menjaga Amanah
Ilustrasi orang memberi amanah (amrkhaled.net)

AKURAT.CO Jika sebuah amanah sudah ditugaskan kepada seseorang, maka ia wajib untuk melaksanakannya. Mangabaikan amanah berarti dosa. Ini bukti agama Islam mengajarkan pemeluknya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah SAW menyinggung pentingnya tanggung jawab dalam mengemban amanah Berikut adalah hadis-hadis Nabi tentang pentingnya menjaga amanah.

1. Jangan menyia-nyiakan amanah

baca juga:

اِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

(idzaa duyyia’at amaanatu fantazirus saa’ata, qoola kaifa idoo’atuhaa yaa rasuululloh, qoola idzaa asnidal amru ila goiri ahlihi fantazir assaa’ata)

Artinya, “Dari Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Kemudian ada seorang sahabat yang bertanya, “Bagaimana maksud amanat disia-siakan ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari)

2. Menjaga amanah jadi tanda orang beriman

 مَا خَطَبَنَا نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلاَّ قَالَ: لاَ إِيْـمَانَ لِمَنْ لاَ أَمَانَـةَ لَهُ، وَلاَ دِيْـنَ لِمَنْ لاَ عَهْدَ لَـهُ

(maa khotobanaa nabiyyulloh SAW, illaa qoola, laa iimaana liman laa amaanata lahu, walaa diina liman laa ‘ahdalahu)

Artinya, “Tidaklah Nabiyullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah kepada kami, melainkan beliau bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya.” (HR. Imam Ahmad)

3. Hadis jangan menghianati amanah