Rahmah

Catat! Rasulullah Membolehkan Meminta-minta Kecuali Dalam 3 Kondisi Ini

Rasulullah SAW merupakan orang yang giat dalam bekerja. Sejak muda, beliau dikenal sebagai saudagar yang jujur dan tekun. 


Catat! Rasulullah Membolehkan Meminta-minta Kecuali Dalam 3 Kondisi Ini
Ilustrasi Meminta-minta (NU Online)

AKURAT.CO  "Tangan yang di atas (pemberi) itu lebih baik daripada tangan yang ada di bawah (peminta-minta)," itulah sabda Rasulullah SAW yang dituturkan banyak perawi hadist. 

Rasulullah SAW merupakan orang yang giat dalam bekerja. Sejak muda, beliau dikenal sebagai saudagar yang jujur dan tekun. 

Ada seorang sahabat bernama Qabishah bin Mukhariq, atau dikenal dengan nama kunnyah Abu Bisyr. Beliau merupakan seorang sahabat yang hidupnya dalam kekurangan, sementara anggota keluarganya cukup banyak. Hingga pada suatu ketika ia merasakan beban yang ditanggungnya begitu berat sehingga ia tak mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, yang sebenarnya tidak begitu banyak itu.

Karena hal tersebut, ia datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, kami mohon bantuan untuk meringankan beban kehidupan kami…!!"

Diketahui, saat itu Rasulullah SAW sedang tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada Qabishah. Rasulullah SAW berkata, "Tunggulah sampai ada zakat datang kesini, nanti akan kami suruh si Amil untuk memberikan bagian kepadamu…!!"

Mendengar perkataan Rasulullah SAW, membuat hati Qabishah tenang. Setelah berterimakasih, Abu Bisyr melangkah untuk pulang. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, Rasulullah SAW memanggilnya kembali. Abu Bisyr kembali menghadap Rasulullah SAW dan beliau bersabda, "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak diperbolehkan kecuali karena tiga alasan…."

Rasulullah SAW lalu menjelaskan dengan rinci siapa saja yang dibolehkan meminta-minta serta batasan- batasannya, yaitu:

Pertama, Seseorang yang menanggung beban kehidupan sangat berat, ia boleh meminta-minta untuk memperingan beban kehidupannya. Jika sudah terasa ringan, ia harus mengekang/menahan diri dari meminta-minta.

Kedua, Seseorang yang ditimpa musibah atau kecelakaan sehingga seluruh hartanya habis, ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak.

Ketiga, Seseorang yang sangat miskin, sehingga setidaknya ada tiga orang bijaksana di antara kaumnya yang berkata tentang dirinya, "Si fulan ini benar-benar miskin", maka ia boleh meminta-minta sehingga ia memperoleh kehidupan yang layak. Artinya, dilarang meminta-minta sampai melebihi kebutuhan standar kehidupan layak, apalagi sampai menjadikan simpanan atau tabungan.

Setelah menjabarkan penjelasan itu, Rasulallah SAW bersabda lagi, "Wahai Qabishah, meminta-minta selain karena tiga sebab tersebut merupakan usaha yang terlarang, dan orang yang memakannya berarti memakan barang yang haram…!!" []