News

Catat, Komitmen Bupati Alfredi Wujudkan Siak Hijau

Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen memberikan insentif fiskal kepada desa-desa atau kampung-kampung yang memiliki kinerja terbaik pada sektor ekologi.


Catat, Komitmen Bupati Alfredi Wujudkan Siak Hijau
Podcast bertema 'Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi' (Istimewa)

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen memberikan insentif fiskal kepada desa-desa atau kampung-kampung yang memiliki kinerja terbaik pada sektor ekologi. Siak sukses bertransformasi menjadi Kabupaten Hijau yang ramah dan lestari lingkungannya melalui Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2018.

Hal itu dilakukan Pemkab Siak guna melaksanakan kebijakan Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) yang merupakan inisiatif baru di Indonesia.

Bupati Siak Alfedri mengatakan bahwa Program Siak Kabupaten Hijau sudah digagas dan di launching pada 2018 oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. 

“Siak Kabupaten hijau merupakan wujud komitmen dari pemerintah Kabupaten Siak dalam mencapai tujuan pembangunan, dalam rangka meningkatkan ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan juga dari aspek keberlanjutan lingkungan hidup atau sustainable development,” kata Bupati Siak, Alfedri dalam podcast bertema “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-1 Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE) Kabupaten Siak, Selasa (21/9/2021).

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh The Asia Foundation (TAF) bekerja sama dengan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau ini, Alfedri mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut dari Perbup 22/18, pihaknya bekerja sama dengan berbagai organisasi lingkungan hidup yang tergabung dalam Sedawu Siak dalam membuat roadmap.

“Kemudian di tahun ini kami meningkatkan regulasi Siak Kabupaten Hijau, dari Perbup untuk menjadi Peraturan Daerah yang prolegdanya sudah kami sampaikan ke DPRD. Tinggal pembahasan dan siap finalisasi Perda Siak Kabupaten Hijau 2021 di DPRD,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan dalam Siak Kabupaten Hijau memiliki tiga aspek pendekatan. Yang pertama, lanjutnya, pengolahan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat dengan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. 

“Kemudian, kepentingan masyarakat dalam bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat dna meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Siak. Kemudian, pola pemanfaatan sumber daya alam daerah melalui kegiatan konservasi, hilirisasi dan intensifikasi guna membangun konsep ekonomi lestari,” tambah Alfedri.

Dalam mendukung program tersebut, tutur Alfedri, Pemkab juga menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen dalam pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan hidup. Adapun terkait tata kelola investasi lestari, Pemkab Siak melibatkan UMKM yang ada.