Rahmah

Catat! Ini Sejumlah Imbauan untuk Jemaah Haji di Makkah dan Madinah

PPIH merilis sejumlah imbauan bagi jemaah haji dan petugas selama berada di Makkah dan Madinah

Catat! Ini Sejumlah Imbauan untuk Jemaah Haji di Makkah dan Madinah
Jubir PPIH Akhmad Fauzin (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) merilis sejumlah imbauan bagi jemaah haji dan petugas selama berada di Makkah dan Madinah, hal ini berkenaan dengan kondisi Arab Saudi terkini.

"Baik jemaah maupun petugas, dilarang membawa benda, bendera, banner, simbol-simbol, lambang dan sejenisnya yang dapat berpotensi menjadi pelanggaran hukum selama berada di Makkah, Madinah, dan menjalankan rangkaian ibadah haji," terang Jubir PPIH Akhmad Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (17/6/2022) lalu.

"Jemaah dan petugas juga dilarang membawa benda tajam dan/atau lainnya yang dapat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain selama menjalankan rangkaian ibadah haji," sambungnya.

baca juga:

Fauzin, sapaan akrabnya, melanjutkan, larangan lainnya adalah berteriak, mengajak atau memengaruhi orang lain dengan kalimat atau ungkapan yang dapat berpotensi melanggar hukum yang berlaku di Arab Saudi selama melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Jemaah dan petugas juga diminta untuk selalu mengenakan gelang identitas, kartu atau gelang dari maktab dan atribut beserta sejumlah perlengkapan lain sebagaimana telah ditentukan oleh Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Berhubung masih kondisi pandemi, jemaah dan petugas juga diminta untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan dengan tetap memakai masker saat berkumpul di ruangan dan selama berada di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

"Selalu bertanya serta berkonsultasi kepada petugas ketika menemui masalah dan kesulitan," pesannya.

"Pemerintah berharap jemaah dan petugas dapat selalu mencerminkan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang patuh dan tertib," tandasnya.

Per Jumat (17/6/2022), tercatat sebanyak 4.429 jemaah yang tergabung dalam 11 kloter diberangkatkan dari delapan embarkasi ke Tanah Suci. Masing-masing dua kloter berangkat dari Embarkasi Solo/SOC (720), Jakarta - Pondok Gede/JKG (820), dan Surabaya/SUB (900). Masing-masing satu kloter berangkat dari Embarkasi Banjarmasin/BDJ (360), Batam/BTH (450), Aceh/BTJ (393), Medan/MES (393), dan Makassar/UPG (393).

Sumber: Kemenag