Rahmah

Catat! Ini Pesan Abu Nawas kepada Orang yang Suka Sebar Hoax

Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja Abu Nawas sesumbar bahwa dirinya ingin terbang.


Catat! Ini Pesan Abu Nawas kepada Orang yang Suka Sebar Hoax
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja Abu Nawas sesumbar bahwa dirinya ingin terbang. Hal tersebut tentu membuat geger masyarakat setempat. Tak sedikit dari penduduk kota yang menganggap Abu Nawas sudah gila dan mustahil bagi dirinya dapat melakukannya.

Ternyata kabar jika Abu Nawas mau terbang itu sudah sampai ke telinga Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Dengan diselimuti rasa penasaran, sang Raja lalu memanggil Abu Nawas datang ke istana untuk dimintai keterangan.

"Wahai Tuan Abu Nawas, saya mendengar kabar jika engkau ingin terbang, apakah itu benar?," tanya Baginda Harun.

baca juga:

"Benar sekali Paduka yang mulia. Hari Jumat besok, silahkan Baginda datang bersama penduduk lainnya untuk menyaksikan. Lalu hamba akan buktikan hal itu," jawab Abu Nawas meyakinkan.

"Ohh... Baiklah kalau begitu. Tetapi jika engkau berbohong, maka bersiaplah untuk menanggung hukumannya, wahai Tuan Abu," tutur Baginda.

Hari yang dijanjikan penduduk dan Baginda pun tiba, Abu Nawas lalu naik ke sebuah gedung yang tinggi. Para warga sudah berkumpul di tempat sejak pagi hari.

Tak lama setelah itu, Abu Nawas perlahan mulai mengepakkan tangannya dari atas gedung layaknya seekor burung. Tingkah laku Abu Nawas itu pun mengundang reaksi pentonon. Salah seorang penonton yang datang lalu berkata:

"Wahai Abu Nawas! Engkau telah membohongi kami! Engkau tidak bisa terbang, maka engkau layak mendapat hukuman," ujarnya.

"Wahai saudaraku. Dengarlah penjelasanku. Aku hanya mengatakan kalau aku ini mau terbang, bukan mengatakan aku bisa terbang. Bukankah dari tadi aku memang hendak terbang?" kata Abu Nawas.

Setelah mendengar penuturan Abu Nawas, para penonton yang sudah berkumpul itu akhirnya sadar bahwa memang kepakkan tangan Abu Nawas melihatkan hanya ia mau terbang, bukan bisa terbang layaknya seekor burung.

"Wahai saudaraku, mulai sekarang, kalian harus hati-hati dalam menerima suatu berita. Jangan langsung ditelan mentah-mentah," lanjut Abu Nawas menjelaskan.

Setelah melihat tingkah Abu Nawas itu, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid kemudian paham dan tidak jadi menjatuhkan hukuman kepada Abu Nawas. []