Rahmah

Catat! ini Pelajaran Berharga dari Abu Nawas Bagi Generasi Sekarang

Kala itu, Abu Nawas mendapat sebuah musibah kecil yaitu kehilangan barang pribadinya.


Catat! ini Pelajaran Berharga dari Abu Nawas Bagi Generasi Sekarang
Ilustrasi Abu Nawas (Wikipedia)

AKURAT.CO Suatu ketika, Abu Nawas mendapat sebuah musibah kecil yaitu kehilangan barang pribadinya. Ia pun sibuk mondar-mandir, ke sana-kemari mencari barang itu di sekitar rumahnya. Usaha itu tampaknya gagal, hingga hari menjelang sore ia tetap tidak menemukannya. Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah setengah hari ia mencarinya.

Melihat Abu Nawas seperti orang kebingungan, mencari barangnya yang hilang, akhirnya banyak di antara tetangga-tetangganya yang bertanya karena penasaran terhadap barang yang hilang itu. Mereka kemudian ikut bergabung untuk membantu Abu Nawas dalam pencarian barang itu.

Lalu ada seorang tetangga yang bertanya kepada Abu Nawas “Hai Abu Nawas, apakah yang sedang engkau lakukan?”

"Mencari cincin,” jawab Abu Nawas santai.

Para tetangga yang sedang membantu mencari cincin itu semakin banyak. Mereka ikut mondar-mondir, ke sana-kemari. Karena tidak juga ditemukan, akhirnya mereka kelelahan dan merasa bosan.

“Memangnya cincinmu itu kira-kira jatuhnya di mana?” Tanya salah seorang tetangga yang lain kepada Abu Nawas.

“Seingat saya, cincin itu jatuh di dalam rumah,” jawab Abu Nawas dengan rasa santai tanpa merasa bersalah.

Mendengar jawaban Abu Nawas, membuat para tetangga yang sedang ikut membantu menemukan cincin itu langsung berhenti. Tak sedikit dari mereka yang merasa marah dan langsung pergi meninggalkan halaman rumah Abu Nawas. Sedangkan sebagian lainnya tetap berada di situ, mereka masih membantu Abu Nawas.

“Jika jatuh di dalam rumah, mengapa engkau mencarinya di luar rumah?” Tanya salah satu tetangga yang masih berada di situ.

Tak langsung menjawab, Abu Nawas sejenak menghela nafas, kemudian ia memberikan alasan kepada tetangga itu,

“Bukankah kita sering melakukan itu, saudara-saudaraku? Seringkali kita mencari penyebab masalah di luar kita atas berbagai persoalan yang kita hadapi," jawab Abu Nawas.

Abu Nawas kemudian menambahkan,

“Bahkan, kita menyalahkan pihak lain saat ditimpa masalah. Dan menjadikan orang-orang di luar kita sebagai penyebab utama atas persoalan yang melilit diri kita sendiri.”

Semoga dapat kita mengambil pelajaran dari kisah Abu Nawas di atas. Bahwa setiap masalah yang harus kita hadapi tanpa harus menyalahkan pihak lain.[]