Rahmah

Catat! Ini Amalan-amalan Khusus di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW

Catat! Ini Amalan-amalan Khusus di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi Amalan Maulid (aboutislam.net)

AKURAT.CO Salah satu kegiatan yang banyak dilakukan umat Islam di dunia, tidak terkecuali di Indonesia pada Bulan Rabi'ul Awwal adalah mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diniatkan untuk mengagungkan kebesaran Rasulullah SAW.

Meski demikian masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa merayakan maulid nabi hukumnya adalah bid'ah. Sebab, tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad maupun oleh para sahabatnya.

Dikutip dari website Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maulid Nabi hukumnya adalah bid'ah hasanah. Bid’ah Hasanah adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya namun perbuatan itu memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sedangkan bid’ah dhalalah adalah perbuatan baru dalam agama yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

baca juga:

Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ” : فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ .” رواه مسلم

Artinya: "Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (H.R. Muslim).

MUI menegaskan bahwa untuk menjaga agar perayaan maulid Nabi SAW tidak melenceng dari aturan agama yang benar, dan tidak dikatakan bid'ah yang sesat, sebaiknya perlu diikuti etika-etika berikut:

1. Mengisi dengan bacaan-bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.

2. Berdzikir dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

3. Membaca sejarah Rasulullah saw. dan menceritakan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau.