Rahmah

Catat Gaess! Ada Pesan Penting Nih dari Abu Nawas bagi Orang yang Lupa Bersyukur

Suatu sore, saat sedang menikmati secangkir teh, tiba-tiba datang teman Abu Nawas dengan wajah murung seperti sedang memendam kesusahan.


Catat Gaess! Ada Pesan Penting Nih dari Abu Nawas bagi Orang yang Lupa Bersyukur
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Kecerdikan seorang Abu Nawas tidak membuatnya enggan untuk melakukan kebaikan. Terbukti Abu Nawas dianggap sebagai pribadi yang sopan dan ramah kepada orang-orang sekitar. Ia dikenal suka menolong orang-orang disekitarnya yang sedang mengalami masalah.

Kisah ini bermula ketika suatu sore, saat sedang menikmati secangkir teh di sebuah warung, tiba-tiba salah salah satu teman Abu Nawas datang menghampirinya. Temannya itu datang dengan wajah murung seperti sedang memendam kesusahan dalam hidupnya.

Abu Nawas yang melihatnya tampak sedih itu langsung bertanya, "Sore ini cuaca sangat cerah, tapi kenapa mukamu tak secerah itu,?".

"Akhir-akhir ini istri saya sering mengeluh tentang tempat tinggal kami yang terlalu sempit," jawab teman Abu Nawas itu.

"Kenapa tidak engkau lebarkan saja," saran Abu Nawas.

"Kalau ada uang, sejak dulu juga sudah saya renovasi," keluhnya.

Abu Nawas hanya merenung sejenak, ia mencoba mencari akal untuk memecahkan masalah yang sedang menimpa temannya ini. Tak lama setelah itu, Abu Nawas bertanya lagi,

"Begini saja, apakah engkau mempunyai uang untuk membeli seekor keledai?,".

Akan tetapi, teman Abu Nawas itu tidak langsung menjawab. Ia sedikit berfikir dan merasa kebingungan dengan pertanyaan Abu Nawas itu.

Setelah berfikir sejenak, ia menjawab, "Ya sebenarnya untuk membeli satu ekor keledai saja sih punya,".

Mendengar jawaban itu, akhirnya Abu Nawas menyuruh temannya untuk segera membeli keledai dan mengurusnya di rumah. Dengan perintah tersebut, ia merasa kebingungan. Bagaimana tidak, untuk tinggal berdua dengan istrinya saja, rumah itu begitu sempit, apalagi ditambah dengan keberadaan seekor keledai. 

"Ada-ada saja Abu Nawas ini," pikirnya dalam hati.

Akan tetapi, teman Abu Nawas ini tidak membatah perintah Abu Nawas untuk membeli keledai. Ia percaya jika Abu Nawas selalu bisa menyelesaikan berbagai masalah. 

"Baiklah, saya akan membeli seekor keledai dan membawanya ke rumah," kata teman Abu Nawas.

Sesuai dengan perintah Abu Nawas, ia langsung membeli seekor keledai dan membawanya ke rumah. Hal itu membuat sang istri terkejut saat melihat suaminya datang membawa keledai. Istrinya menganggap jika yang dilakukan suaminya itu sudah kelewatan dan menganggapnya seperti orang gila.

Mengetahui istrinya marah-marah kepadanya, teman Abu Nawas itu semakin bingung. Ia kembali mempertanyakan sebenernya apa tujuan dari saran Abu Nawas ini.

Keesokan harinya, ia kembali menemui Abu Nawas. Ia langsung menceritakan apa yang sudah terjadi dengan istrinya.

Mendengar cerita temannya, Abu nawas malah menyarankan untuk membeli seekor kambing. Ia pun semakin bingung dengan saran Abu Nawas ini. 

Bagaimana tidak, seekor keledai saja sudah sangat merepotkan apalagi jika harus ditambah seekor kambing. Namun teman itu kembali tidak membantah saran Abu Nawas. Ia langsung membeli seekor kambing dan kembali membawanya ke rumah.

Setibanya di rumah, istrinya kembali marah. Kali ini istrinya tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang perilaku aneh suaminya itu.

Seperti biasa, keesokan harinya, ia kembali menemui Abu Nawas dan menceritakan tentang apa yang terjadi. Akan tetapi Abu Nawas justru memberi saran kepada temannya itu untuk membeli seekor angsa.

Ia kembali tidak mengelak dengan perkataan Abu Nawas dan langsung membeli seekor angsa. Merasa lelah dengan tingkah laku suaminya, sang istri hanya diam dan tertunduk lesu.

Keesokan harinya, ia pergi Abu Nawas dengan muka yang kusam. Tampaknya ia sudah tidak betah hidup dengan hewan-hewan peliharaannya di rumahnya. Ia kembali meminta saran kepada Abu Nawas.

Abu Nawas hanya tersenyum melihat muka temannya yang kusut itu. Kemudian ia berkata, "Berapa uang yang kamu miliki sekarang?,"

"Sekarang saya sudah tidak ada uang sepeserpun di kantong saya," jawabnya

"Sekarang engkau pulanglah dan jual keledaimu," kata Abu Nawas.

Hingga pada keesokan harinya, setelah dia menjual keledainya dia kembali menemui Abu Nawas. Namun kali ini ia datang dengan muka yang sedikit lebih cerah.

Abu Nawas berkata, "Bagaimana keadaan rumahmu sekarang?,"

"Alhamdulillah rumahku sekarang terasa sedikit lega setelah keledai itu kujual," jawabnya ceria.

Abu Nawas langsung berkata, "Nah, sekarang kamu jual kambing dan juga angsa itu," kata Abu Nawas.

Segera saja ia langsung menjual kambing dan angsa itu di pasar.  Keesokan harinya, ia menemui Abu Nawas dengan muka yang sumringah, tanpa ada sedikit beban yang terlintas di wajahnya. 

Ia kemudian berterimakasih kepada Abu nawas. Karena saran darinya, ia dan istrinya sadar bahwa kelapangan itu ada setelah kita merasakan kesempitan terlebih dahulu. Memang benar-benar banyak akal Abu Nawas ini. []